Komandan Perang Covid-19 Gugus Lotim Terima Sedekah

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy (Kiri) saat menerima bantuan masker dari Pengurus Korpri Lotim.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Komandan Perang Covid-19 Gugus Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy didampingi Sekda Lotim, HM Juaini Taofik, menerima sedekah alias sumbangan logistik perang Virus Corona dari dua lembaga secara serentak di Markas Besar Gugus Pendopo Bupati Lotim, Jumat (3/4).

Secara bergantian Bupati Sukiman Azmy menerima sumbangan dari Pengurus Korpri Kabupaten Lotim berupa masker senilai Rp250 juta yang diserahkan langsung oleh Ketua Korpri Lotim, Andika Isnu. Setelah itu menyusul dari PGRI Lotim, juga berupa masker senilai Rp400 juta yang diserahkan langsung oleh Ketuanya, Mahsin. Semua bantuan logistik itu diteruskan langsung penyerahannya oleh Bupati Sukiman kepada Komandan Logistik Gugus, Mayor Infantri Arifiyanto yang juga Kasdim 1615/Lotim.

Usai menerima sumbangan logistik, Bupati Sukiman atas nama Komandan Gugus menyampaikan apresiasi kepada Korpri dan PGRI atas kontribusinya. ‘’Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak khususnya hari ini kepada dua organisasi profesi (Korpri dan PGRI) atas kontribusinya dalam upaya perang melawan musuh besar Covid-19 di wilayah Lotim,’’ kata Sukiman.

Sukiman mengungkap munculnya pertanyaan publik terkait penutupan masjid selama masa tanggap darurat. ‘’Kami banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat soal penutupan masjid, sedangkan pasar-pasar masih dibiarkan ramai,’’ ujarnya.

Alasannya kata Komandan Gugus, masjid adalah tempat suci dan terhormat, jika dibiarkan orang berkumpul dan tiba-tiba terjadi penularan, khawatir kehormatan masjid tercemar. Sedangkan pasar tempat orang bertransaksi ekonomi dan berkumpul beragam manusia, kalaupun terjadi penularan di pasar adalah suatu kewajaran.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Covid-19 Lotim, Fathurrahman yang juga Kabag Kesra Setkab Lotim membeberkan data sementara per 2 April 2020. Catatan gugus menyebutkan, pasien positif masih 2 orang, PDP 6 orang, ODP 973 orang, OTG 669 orang. Dari data tersebut tercatat 165 orang masuk karantina di Rusunawa Labuhan Lombok hingga tanggal 15 April mendatang.

Terkait penjemputan warga Lotim yang baru pulang dari luar daerah dan luar negeri hingga Kamis kemarin (2/4) sebanyak 43 orang. Dari jumlah tersebut, 36 orang dinyatakan Orang Tanpa Gejala (OTG) sedangkan 7 orang kategori Orang Dalam Pantauan (ODP).

Jubir juga menjelaskan, terkonfirmasi hari ini Jumat (3/4) pagi di BIL diperiksa sebanyak 53 orang yang baru mendarat dan semuanya tidak ada gejala. Diperkirakan katanya, dalam beberapa pekan ke depan sekitar 600 orang warga Lotim yang kini berada di luar daerah atau luar negeri akan balik kampung.

Fathurrahman menutup penjelasan secara medis orang yang memiliki gejala positif corona. Menururnya, jika seseorang 2x pemeriksaan Swab masih ada gejala pada tenggorokan, patut diduga positif corona. Namun jika 1x pemeriksaan Swab tapi tidak ada gejala tenggorokan, maka kemungkinan besar itu flu biasa.

Ditambahkan, satu kata kunci cegah virus corona yaitu jaga ketahanan fisik (imunitas) dengan menjaga kesehatan, tingkatkan gizi, banyak mengkonsumsi sayur dan buah serta istirahat yang cukup, berolah raga yang teratur.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply