Akhirnya, Masker Produksi NTB Mulai Dibagikan Gratis

Terlihat salah seorang petugang saat memasangkan masker kepada salah seorang anak.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Satpol PP Provinsi NTB bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB mulai membagikan masker ke masyarakat secara gratis. Masker ini merupakan produksi tangan-tangan terampil dari UMKM di NTB yang selaras dengan kebijakan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah untuk membeli alat pelindung diri dari UMKM di NTB.

Aksi bagi-bagi masker digelar tersebut dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Seperti di Pasar Cemare, Pasar Sayang-Sayang, Pasar Abiantubuh, Pasar Karang Jasi, Pasar Perampuan dan Pasar Kebon Roek. ‘’Masker yang kami bagikan hari ini sebanayk 1.000 buah,’’ kata Kasat Pol PP Provinsi NTB, Lalu Dirjaharta di sela-sela aksi bagi-bagi masker, Selasa (7/4).

Masker ini merupakan hasil produksi para perajin dan pengelola UMKM di NTB. Hasil produksi masker mereka dibeli oleh Pemprov NTB dan kemudian dibagikan secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan dan aksi ini akan terus berlanjut. ‘’Ini sesuai penegasan dan komitmen Gubernur NTB dalam memberdayakan UMKM NTB,’’ kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy.

Najamudin menjelaskan, Gubernur selama ini terus berpikir dan berikhtiar agar ekonomi masyarakat NTB bisa tetap hidup dan berdinamika di tengah ancaman Virus Corona. ‘’Musibah Corona bukan alasan kita diam dan tidak berdaya,’’ ujarnya.

Karena itulah, Pemprov NTB saat ini terus mendorong UMKM memproduksi berbagai hal yang dibutuhkan masyarakat selama masa penyebaran Virus Corona. Hal-hal yang dibutuhkan masyarakat sangat beragam. Mulai dari alat pelindung diri (APD) seperti masker hingga produk jamu yang bisa memperkuat sistim imun tubuh. ‘’Kita ingin warga tidak hanya melihat sisi buruk dari kejadian ini. Tapi juga ada sisi baik yang bisa kita ambil peluangnya untuk memberikan manfaat bagi orang banyak,’’ katanya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply