Pengendalian Covid-19, Camat Keruak Tegasi Semua Kades

Camat Keruak, Kamaruddin.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Meskipun Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy sering menegaskan kepada semua kepala desa agar tidak ragu mengarahkan penggunaan dana desa (DD) untuk kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19 atau penanganan dampak sosial di masa tanggap darurat Covid-19 ini, namun masih terdengar sebagian kepala desa di wilayah Kecamatan Keruak belum yakin sepenuhnya akan kebolehannya.

Menyikapi hal ini, Camat Keruak, Kamaruddin kepada Lomboktoday.co.id Selasa (7/4) di kantornya, kembali mempertegas kepada semua kades terkait edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) No.4 tahun 2020 tertanggal 17 Maret 2020 tentang Pembinaan dan Pengendalian Dana Desa.

Menurut Kamaruddin, sudah jelas dalam SE Menteri Desa PDTT tersebut menyatakan, bagi desa yang telah realisasi DD tahap 1 segera memanfaatkan untuk kegiatan membantu masyarakat dengan pola Padat Karya Tunai Desa (PKTD) melalui sistim swakelola.

Poin ke-2 SE Menteri Desa PDTT lanjut Camat, bagi desa yang telah menyelesaikan APBDes namun belum realisasi tapi tidak dapat kegiatan pola PKTD, harus merubah APBDes dengan menempatkan pola PKTD. Lebih lanjut dijelaskan, PKTD diprioritaskan untuk keluarga miskin, pengangguran dan setengah pengangguran serta masyarakat termarginalkan.

Memahami surat edaran menteri tersebut kata Camat, desa diminta melaksanakan kegiatan di desa baik fisik maupun non fisik yang dapat dikerjakan dengan sistem padat karya dengan upah harian. ‘’Semua jenis pekerjaan harus dikerjakan oleh masyarakat setempat sesuai kriteria  pada point 2 SE,’’ katanya.

Dikatakan, SE Menteri Desa PDTT itu sudah dipertegas lagi oleh Edaran Bupati Lombok Timur. Baik SE Menteri Desa PDTT maupun Bupati Lotim telah dikirim langsung kepada Kepala Desa, BPD masing-masing desa, dan para pendamping desa. ‘’Jadi, edaran itu diterima langsung oleh pemerintah dan lembaga desa, bukan melalui Camat,’’ ujarnya.

Namun demikian, selaku Camat, Kamarudin mengaku pihaknya sebatas mengingatkan. Soal implementasinya kembali kepada desa masing-masing. Dan dari 15 desa di wilayahnya, Camat menyebut baru 6 desa yang sudah realisasi DD.

Di tempat yang sama, Camat Keruak, Kamarudin didatangi oleh Panitia Seleksi Perangkat Desa Tanjung Luar untuk menanyakan apakah tahapan penjaringan perangkat desa dapat dilanjutkan atau tidak dengan situasi darurat Covid-19.

Dengan tegas di hadapan Ketua Pansel Perangkat Desa Tanjung Luar dan di hadapan Kapolsek Keruak, Ipda Nurlana, Kamaruddin selaku Camat menjelaskan, agar semua tahapan proses penjaringan dihentikan sementara waktu sampai situasi kondusif. ‘’Saya selaku Camat penanggung jawab wilayah secara tegas menghentikan sementara waktu semua proses rekrut Perangkat Desa Tanjung Luar,’’ katanya.

Dengan penegasan Camat, Ketua Pansel Perangkat Desa Tanjung Luar, M Saepullah menyatakan akan menghentikan sementara semua proses yang sudah terlanjur sampai proses pendaftaran bakal calon. ‘’Sesuai penegasan Camat, kami harus menghentikan sementara waktu sampai kondisi benar-benar kondusif,’’ kata Saepullah.

Secara kebetulan, saat masih berada di kantor Camat Keruak, salah seorang tokoh masyarakat Desa Dane Rase, berinisial JMH menelpon wartawan Lomboktoday.co.id. JMH menuding Kades Dane Rase, Syamsuddin tidak ada giat pencegahan Covid-19 di desanya. Dengan lantang JMH menyebut Pemdes Dane Rase adem ayem dan tidak nampak kegiatannya. Padahal diperbolehkan menggunakan DD untuk Covid-19. ‘’Saya menduga DD lebih banyak masuk kantong aparat Pemdes,’’ kata JMH.

Menanggapi hal itu, Lomboktoday.co.id menelpon Kades Dane Rase, Syamsuddin untuk datang ke Kantor Camat Keruak. Di hadapan Camat dan Kapolsek Keruak, Syamsuddin menanggapi dengan singkat. Katanya, Pemdes Dane Rase meskipun telah realisasi DD tahap 1, pihaknya belum mengalokasikan DD untuk kegiatan Covid-19.

‘’Mohon maaf, kami di Desa Dane Rase belum mengalokasikan DD untuk Covid-19 meskipun 2x seminggu kami melakukan penyemprotan lingkungan. Tapi masih menggunakan dana pinjaman hingga saya pribadi menggadaikan kendaraan pribadi untuk talangan dana,’’ kata Syamsuddin sembari menjelaskan, buru-buru ada dana masuk kantong.

Saat Syamsuddin mengaku memanfaatkan potensi sumber daya manusia yakni para penjahit yang ada di desanya itu diberdayakan untuk memproduksi minimal 5.000 masker yang akan dibagikan gratis kepada masyarakatnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply