Ini Tiga Masalah Besar yang Dihadapi Lotim

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy (kanan) didampingi Kadis Dikpora Lotim, Izzuddin (kiri).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy menyatakan, saat ini Lotim tidak hanya dihadapkan pada kasus Covid-19, namun tiga masalah besar menjadi beban pemikiran daerah. Pernyataan itu disampaikan Bupati Sukiman di hadapan ratusan ormas kepemudaan dalam acara penyerahan bantuan masker yang diselenggarakan Dinas Dikpora Lotim di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Kamis (9/4).

Di antara tiga masalah tersebut kata Bupati Sukiman yang juga selaku Komandan Perang Covid-19 Lotim, pertama adalah rumah tahan gempa (RTG) yang sampai saat ini belum tuntas 100%. Betapa tidak, RTG yang dibangun dalam kategori rusak berat itu baru hanya mencapai 97%, dan masih tersisa 3% yang belum jadi. Sedangkan RTG dalam kategori rusak sedang baru mencapai 75%, dan RTG dalam kategori rusak ringan baru mencapai 70%.

‘’Sudah satu setengah tahun kita bergerak di lapangan menyelesaikan masalah ini, tetapi sampai saat ini belum tuntas karena berbagai macam kendala,’’ kata Bupati Sukiman.

Masalah kedua lanjut Bupati Sukiman adalah menghadapi demam berdarah di enam kecamatan dengan jumlah penderita sejak Januari sampai saat ini mencapai 562 orang. ‘’Namun demikian, demam berdarah Alhamdulillah upaya-upaya maksimal sudah kita laksanakan dan sekarang tensinya sangat menurun. Di beberapa tempat sudah bisa kita atasi dengan penyemprotan dan pengajaran kepada masyarakat,’’ ujarnya.

Selain dua hal tersebut, Lotim sedang dilanda musibah wabah Corona. Kasus ini menjadi masalah nasional dan sudah merambah ke NTB. ‘’Menghadapi musibah ini saya kira saudara sekalian sudah paham betul bagaimana situasi nasional, bagaimana situasi provinsi dan bagaimana situasi kabupaten ketika masalah yang kita hadapi ini menjadi satu masalah yang mendasar yang harus kita hadapi,’’ katanya.

Bupati Sukiman membeberkan, dalam penyelesaian RTG ada pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan. Ada oknum yang berniat mengambil untung untuk kepentingan pribadi pada saat musibah seperti ini. Hari ini Bupati Sukiman menurunkan tim Inspektorat ke kecamatan khusus untuk mengklarifikasi karena kemarin termuat di salah satu media bahwa ada oknum-oknum tertentu yang memungut dana mulai Rp1,5 juta hingga Rp8 juta.

Bupati Sukiman mengancam jika memang benar-benar ada oknum yang bermoral jahat seperti itu akan diadukan ke ranah hukum. Dan dengan tegas Bupati Sukiman menyatakan tidak ada kompromi dan tanpa negosiasi. Karena dicapnya oknum seperti ini tadak tahu belas kasihan.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply