Konsorsium NTB Membaca Terbentuk

Ketua Konsorsium NTB Membaca, Dr Lalu Sirajul Hadi, M.Pd.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dilatarbelakangi dari keprihatinan dan kepedulian terhadap rendahnya minat baca dan masalah literasi di Provinsi NTB, telah menggunggah kesadaran berbagai lintas eleman, komunitas, organisasi sosial masyarakat, tokoh, dunia usaha, perguruan tinggi dan pegiat Literasi untuk menghimpun diri dalam sebuah konsorsium NTB Membaca.

Oleh sebab itu, beberapa kali tahapan diskusi yang difasilitasi oleh INOVASI NTB, melahirkan ide bahwa ke depan harus ada gerakan yang massif dan tersinergi dalam menyelesaikan masalah krisis litetarsi, khususnya di NTB.

Diberikan amanah sebagai Ketua Konsorsium NTB Membaca yakni Dr Lalu Sirajul Hadi, M.Pd dari elemen Organisasi NW, dan Sekretaris ditetapkan Dr Lalu Ari Irawan, M.Pd dari Lembaga Genius NTB.

Dalam kesempatan itu, Ketua Konsorsium NTB Membaca, Dr Lalu Sirajul Hadi, M.Pd mengatakan, sekitar 73 elemen organisasi dan komunitas berhimpun dalam konsorsium ini. ‘’Kita berharap kosnsorsium ini bisa menjadi jangkar dan katalisator strategis, yang diharapkan bisa memberi peran dan andil, dalam membangun kesadaran literasi bagi masyarakat NTB. Semua elemen harus peduli terhadap ini, kita mengalami fenomena krisis membaca di NTB, ini masalah serius, efek jangka panjangnya akan sangat tidak bagus bagi kualitas SDM masyarakat, dan pasti akan menjadi penghambat serius dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing,’’ kata Sirajul Hadi.

Oleh sebab itu, semua pihak harus peduli. Ini bukan pekerjaan dan tanggung jawab parsial, tapi tanggung jawab kolektif semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Sirajul Hadi ingin memastikan bahwa pemerintah memiliki kebijakan yang konkrit dalam menyelesaikan masalah krisis membaca di NTB.

Sementara itu, Sekretaris Konsorsium, Dr Lalu Ari Irawan, SE, M.Pd menambahkan bahwa saat ini NTB berada di bawah rata-rata nasional pada daya baca atau ada posisi ‘’rendah’’ berada di urutan 31 dari 34 provinsi.

‘’Fenomea ini tidak menarik, seakan menelanjangi keterbelajangan dan kualitas masyarakat NTB. Apa sebabnya dan bagaimana membuat solusi, itulah yang akan kita dorong dalam perhimpunan di Konsorsium ini,’’ kata Lalu Ari yang juga Akademisi di salah satu Perguruan Tinggi di Kota Mataram.

Sifat Konsorsium ini inklusif dan independen, tidak berafiliasi secara politik dan paham pada kelompok tertentu. ‘’Kami terhimpun karena memiliki visi yang sama, agar bagaimana krisis literasi ini bisa tertangani dengen segera, sehingga semua elemen dan profesi mengambil bagian dalam konsorsium ini,’’ ujarnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply