H Arifin Ingin Kembangkan Pariwisata Bima sebagai Daerah Transit Wisata Alternatif

H Arifin.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

BIMA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Calon Bupati Bima, H Arifin ingin Kabupaten Bima dikembangkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata (DTW) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bagian timur. ‘’Potensi pariwisata yang melimpah tersebut berupa potensi alam dan budaya yang berkembang di masyarakat Kabupaten Bima,’’ kata H Arifin.

Harapan ini sangat beralasan mengingat Kabupaten Bima memiliki potensi dan daya dukung untuk menjadikan Kabupaten Bima sebagai daerah wisata transit alternatif dan prospek pengembangan pariwisata di Kabupaten Bima.

Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengembangkan sarana dan prasarana pariwisata di Kabupaten Bima tersebut, kata Arifin, dilakukan inventarisasi dan pendataan terhadap sejumlah sarana kesehatan, transportasi, air bersih, energi, perbankan, pos, telekomunikasi, usaha sarana dan jasa pariwisata. ‘’Termasuk data untuk menggali potensi daya tarik wisata di Kabupaten Bima yang melimpah,’’ ujarnya.

Untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Bima tersebut, lanjutnya, ada beberapa strategi pengembangan pariwisata Kabupaten Bima sebagai daerah transit wisata alternatif. Yakni strategi umum dan strategi alternatif. Strategi umum meliputi; strategi pengembangan dan penetrasi pangsa pasar dan pengembangan produk wisata. Adapun strategi alternatif meliputi; pengembangan daya tarik wisata di Kabupaten Bima, peningkatan keamanan, pengembangan prasarana dan sarana pariwisata, promosi, perencanaan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan berbasis kerakyatan, serta pengembangan sumber daya manusaia kepariwisataan dan lembaga pariwisata.

Ia juga menambahkan bahwa program-program yang dirancang untuk pengembangan Kabupaten Bima sebagai daerah tujuan wisata meliputi program penyusunan blok kawasan, program pengembangan produk wisata, program inventarisasi daya tarik wisata, program peningkatan keamanan melalui sistem keamanan lingkungan (Siskamling), pembangunan hotel berbintang, meningkatkan akses ke Kawasan Kolo, rencana pengembangan sarana wisata tirta, penyediaan fasilitas toilet dan kamar mandi umum.

Upaya lain masih kata dia adalah penyediaan ruang terbuka (open space), memperluas pangsa pasar, melakukan promosi melalui Biro Perjalanan Wisata, melakukan promosi melalui internet dan media lainnya, mendirikan TIC (Tourism Information Centre), melaksanakan pentas kebudayaan, pelestarian nilai sosial budaya, pemberdayaan masyarakat.

‘’Serta membentuk lembaga pengelolaan daya tarik wisata, meningkatkan kualitas SDM pariwisata, serta mengadakan kampanye sadar wisata dan sosialisasi sapta pesona,’’ katanya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply