Memalukan, Dispora Lotim 4 Bulan Utang Hadiah Popda

Kabid Olah Raga Dispora Lotim, Badri.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Upaya pembinaan pemuda melalui olah raga, tampaknya harus ternodai oleh kebijakan sistem keuangan pihak Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Pasalnya, sudah 4 bulan pasca penyelenggaraan Pekan Olah Raga Pemuda Daerah (Popda) kabupaten Lotim, hingga kini hadiah para juara lomba masih diutang alias belum diberikan kepada para atlet yang meraih juara. Padahal diketahui, Popda 2020 telah dilaksanakan pada bulan Februari lalu.

Sebagaimana pengakuan club Sepak Takrow dari Madrasah Aliyah (MA) Al-Amin NW Sepit yang keluar sebagai juara I, merasa di-PHP oleh pihak Dispora Lotim. Club tersebut sudah berkali-kali mendatangi pihak Dispora, namun katanya belum juga ada kepastian keluarnya hasil keringat perjuangannya.

Untuk mengetahui batu sandungan masalah ini, Lomboktoday.co.id, Selasa (12/5) mendatangi pihak Dispora Lotim guna klarifikasi. Namun, Kadis Dispora sedang tidak berada di kantor. Beberapa stafnya menginformasikan bahwa Kadis Dispora Lotim masih rawat offname di Rumah sakit.

Wartawan Lomboktoday.co.id bersama rekan wartawan media lainnya, hanya diterima oleh Kabid Olah Raga Dispora Lotim, Badri. Kepada awak media, Badri menjelaskan, sesuai schedule anggaran di dinasnya, bahwa Popda diselenggarakan pada triwulan pertama masa anggaran, sedangkan untuk hadiah masuk pada anggaran triwulan ke-II. “Pencairannya sedang dalam proses, mudahan dalam waktu dekat bisa cair,” kata Badri.

Alasan dialokasikan hadiah pada triwulan ke-II, lanjut Badri, karena plafond anggaran triwulan I tidak mencukupi akumulasi biaya penyelenggaraan Popda dan total hadiah. Menurut Badri, total hadiah keseluruhan Cabor sebesar Rp40 juta.

Badri menjelaskan, unsur pembiayaan penyelenggaraan Popda yang tercover pada anggaran triwulan I, antara lain masuk honor panitia penyelenggara dan honor para juri/wasit yang totalnya mencapai Rp42 juta.

Namun ketika ditanya mengapa tidak mendahulukan biaya hadiah masuk pada anggaran triwulan I dari pada mendahulukan honor panitia dan para juri, Badri tak dapat menjelaskan banyak terkait kebijakan sistem penganggaran di dinasnya. “Kami tidak tahu soal itu, seperti inilah yang kami terima dari bagian keuangan,” ujarnya.

Di ruang terpisah, wartawan mencoba menemui Bagian Keuangan Dispora. Awak media diterima salah seorang staf Bagian Keuangan bernama Wathony.

Ketika ditanya kenapa kebijakan dinas lebih memprioritaskan honor para panitia penyelenggara dan juri dari pada lebih memperhatikan hadiah para peserta lomba yang notebene semuanya pelajar.

Staf bagian keuangan tersebut hanya memberikan jawaban singkat, “Ini kebijakan yang kami tentukan berdasarkan keputusan setelah konsultasi dengan Kepala Dinas,” katanya singkat seraya menambahkan dana hadiah masih dalam proses.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply