Astagfirullah…!!! Kasus Positif Covid-19 di NTB Hari Ini Bertambah 54, Kota Mataram Penyumbang Terbanyak

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, HL Gita Ariadi.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat adanya penambahan sebanyak 54 kasus positif Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hari ini, Jumat (22/5), sehingga jumlah total menjadi 464 orang. Penambahan terbanyak hari ini terjadi di Kota Mataram dengan 25 kasus, disusul Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dengan 20 kasus, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) 7 kasus, Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Kabupaten Bima masing-masing 1 kasus.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, HL Gita Aariadi mengatakan, sesuai data pada hari ini, Jumat (22/5), telah diperiksa di Laboratorium RSUD Provinsi NTB, Laboratorium RS Unram, dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark sebanyak 193 sampel dengan hasil 131 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 54 sampel kasus baru positif Covid-19.

Dari 54 kasus baru positif Covid-19 tersebut, di antaranya; pertama, pasien nomor 411 inisial Ny AO (30 tahun), perempuan, warga Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lobar. Ke-2, pasien nomor 412 inisial Ny NDAP (26 tahun), perempuan, warga Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lobar. Ke-3, pasien nomor 413 inisial Ny AR (31 tahun), perempuan, warga Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Ke-4, pasien nomor 414 inisial Tn MSPP (30 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Ke-5, pasien nomor 415 inisial Ny SW (30 tahun), perempuan, warga Desa Nyiur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lobar. Ke-6, pasien nomor 416 inisial Tn M (50 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Ke-7, pasien nomor 417 inisial An ATK (17 tahun), perempuan, warga Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Ke-8, pasien nomor 418 inisial By Nn (3 bulan), laki-laki, warga Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-9, pasien nomor 419 inisial An APAG (1 tahun), perempuan, warga Kelurahan Turide, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Ke-10, pasien nomor 420 inisial Tn ART (19 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Berikutnya ke-11, pasien nomor 421 inisial Ny S (62 tahun), perempuan, warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Ke-12, pasien nomor 422 inisial Tn AA (47 tahun), laki-laki, warga Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lobar. Ke-13, pasien nomor 423 inisial An AAR (3 tahun), laki-laki, warga Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lobar. Ke-14, pasien nomor 424 inisial Tn AS (55 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Ke-15, pasien nomor 425 inisial Ny AH (60 tahun), perempuan, warga Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lobar. Ke-16, pasien nomor 426 inisial Tn LRB (41 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Ke-17, pasien nomor 427 inisial Ny DP (29 tahun), perempuan, warga Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lobar. Ke-18, pasien nomor 428 inisial Ny WSW (38 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Ke-19, pasien nomor 429 inisial Ny BAS (32 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-20, pasien nomor 430 inisial Tn LMR (29 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Selanjutnya ke-21, kata Gita Ariadi, pasien nomor 431 inisial Tn YS (61 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-22, pasien nomor 432 inisial Ny NA (38 tahun), perempuan, warga Wilayah Puskesmas Dasan Agung, Kota Mataram. Ke-23, pasien nomor 433 inisial Ny  H (43 tahun), perempuan, warga Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lobar. Ke-24, pasien nomor 434 inisial An LA (1 tahun), laki-laki, warga Desa Kalijaga Baru, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lotim. Ke-25, pasien nomor 435 inisial An NLAPK (7 tahun), perempuan, warga Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Ke-26, pasien nomor 436 inisial Tn JS (62 tahun), laki-laki, warga Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, KLU. Ke-27, pasien nomor 437 inisial Ny SP (25 tahun), perempuan, warga Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lobar. Ke-28, pasien nomor 438 inisial Tn LMAW (51 tahun), laki-laki, warga Wilayah Puskesmas Pagesangan, Kota Mataram. Ke-29, pasien nomor 439 inisial Ny S (45 tahun), perempuan, warga Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lotim. Ke-30, pasien nomor 440 inisial Tn MA (36 tahun), laki-laki, warga Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Kemudian ke-31, pasien nomor 441 inisial Tn F (42 tahun), laki-laki, warga Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lotim. Ke-32, pasien nomor 442 inisial Ny A (36 tahun), perempuan, warga Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lotim. Ke-33, pasien nomor 443 inisial An MA (5 bulan), laki-laki, warga Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lotim. Ke-34, pasien nomor 444 inisial An AAH (1 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lotim. Ke-35, pasien nomor 445 inisial An LA (1 tahun), perempuan, warga Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lobar. Ke-36, pasien nomor 446 inisial Ny NMW (34 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-37, pasien nomor 447 inisial Tn N (35 tahun), laki-laki, warga Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lobar. Ke-38, pasien nomor 448 inisial Tn N (53 tahun), laki-laki, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lobar. Ke-39, pasien nomor 449 inisial Tn M (33 tahun), laki-laki, warga Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lobar. Ke-40, pasien nomor 450 inisial An MRDAH (1 bulan), laki-laki, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lobar.

Selanjutnya ke-41 yakni pasien nomor 451 inisial Tn S (38 tahun), laki-laki, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lobar. Ke-42, pasien nomor 452 inisial An IKA (7 tahun), laki-laki, warga Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lobar. Ke-43, pasien nomor 453 inisial Tn IGW (23 tahun), laki-laki, warga Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lobar. Ke-44, pasien nomor 454 inisial Ny NKM (45 tahun), perempuan, warga Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lobar. Ke-45, pasien nomor 455 inisial Ny NWC (45 tahun), perempuan, warga Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lobar. Ke-46, pasien nomor 456 inisial Ny C (24 tahun), perempuan, warga Desa Mambalan, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lobar. Ke-47, pasien nomor 457 inisial An DA (2 bulan), laki-laki, warga Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lobar. Ke-48, pasien nomor 458 inisial An NNGA (7 bulan), perempuan, warga Desa Giria Madia, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lobar. Ke-49, pasien nomor 459 Tn INS (55 tahun), laki-laki, warga Denpasar Timur, Provinsi Bali. Ke-50, pasien nomor 460 inisial Tn IGASA (24 tahun), laki-laki, warga Nusa Penida, Bali.

Berikutnya ke-51, pasien nomor 461 inisial Tn IKAA (27 tahun), laki-laki, warga Denpasar, Bali. Ke-52, pasien nomor 462 inisial Ny NKDY (23 tahun), perempuan, warga Denpasar, Bali. Ke-53, pasien nomor 463 inisial Tn H (31 tahun), laki-laki, warga Tasikmalaya, Jawa Barat. Ke-54, pasien nomor 464 inisial Nn K (19 tahun), perempuan, warga Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. ‘’Selain adanya penambahan sebanyak 54 positif Covid-19, hari ini juga ada penambahan 7 orang sembuh baru. Dari 7 orang itu, Kabupaten Dompu 3 orang, disusul Kota Mataram 2 orang, Kabupaten Lobar dan Kota Bima masing-masing 1 orang,’’ kata Hl Gita Ariadi, dalam press realase, Jumat (22/5).

Gita Ariadi menjelaskan, dengan adanya tambahan 54 kasus baru terkonfirmasi positif, 7 (tujuh) tambahan sembuh baru, dan ada 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini, Jumat (22/5) sebanyak 464 orang, dengan perincian 258 orang sudah sembuh, 8 (delapan) meninggal dunia, serta 198 orang masih positif dan dalam keadaan baik. ‘’Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,’’ ujarnya.

Hingga press release ini dikeluarkan, lanjut Gita Ariadi, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 945 orang dengan perincian 312 orang (33%) PDP masih dalam pengawasan, 633 orang (67%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.456 orang, terdiri dari 245 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 5.211 orang (96%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 5.209 orang, terdiri dari 1.760 orang (34%) masih dalam pemantauan dan 3.449 orang (66%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 58.697 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 3.879 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 54.818 orang (93%).

‘’Dengan adanya tambahan 54 kasus baru terkonfirmasi positif merupakan peringatan tegas bagi kita semua untuk sepenuhnya sadar dengan kondisi penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB, terutama untuk daerah-daerah dengan status transmisi lokal seperti Kota Mataram, Lobar dan Lotim. Kembali kami mengingatkan bahwa masyarakatlah sebagai garda terdepan untuk memutus penyebaran Covid-19. Patuh, taat dan disiplin adalah kunci dalam menjalankan seluruh protokol pencegahan Covid-19. Tidak boleh ada lagi titik-titik keramaian, mengikuti seluruh anjuran dan himbauan pemerintah, tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah, menjaga physical distancing minimal dua meter, menjaga pola hidup bersih dan sehat serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,’’ katanya.

Gita Ariadi mengatakan, bahwa Pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit. ‘’Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119,’’ ujarnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply