Kasus Covid-19 di NTB Hari Ini Bertambah 49, Kota Mataram Masih Jadi Penyumbang Terbanyak

Sekda NTB selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, HL Gita Ariadi.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID Jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bertambah. Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, hari ini, Selasa (26/5), kembali ada penambahan pasien positif Covid-19 di NTB sebanyak 49 orang, sehingga jumlah total menjadi 537 orang.

Dari 49 kasus baru positif Covid-19 tersebut, penambahan terbanyak hari ini terjadi di Kota Mataram yakni sebanyak 18 orang, disusul Kabupaten Lombok Barat (Lobar) 12 orang, Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Timur (Lotim) masing-masing 7 orang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 3 orang, dan Kabupaten Lombok Utara (KLU) 2 orang.

‘’Pada hari ini, Selasa (26/5), telah diperiksa di Laboratorium RSUD Provinsi NTB, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium RS Unram dan Laboratorium TCM RS Manambai Abdulkadir sebanyak 327 sampel dengan hasil 258 sampel negatif, 20 sampel positif ulangan, dan 49 sampel kasus baru positif Covid-19,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, HL Gita Ariadi, dalam press realase, Selasa (26/5).

Dari 49 kasus baru positif Covid-19 itu, kata Gita Ariadi, di antaranya; pertama, pasien nomor 489 inisial Ny F (34 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-2, pasien nomor 490 inisial Tn MHZ (32 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Ke-3, pasien nomor 491 inisial Ny BNE (24 tahun), perempuan, warga Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Ke-4, pasien nomor 492 inisial Tn AS (30 tahun), laki-laki, warga Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lotim. Ke-5, pasien nomor 493 inisial Ny PLP (30 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-6, pasien nomor 494 inisial Ny HP (31 tahun), perempuan, warga Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lobar. Ke-7, pasien nomor 495 inisial Tn GKA (27 tahun), warga Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Loteng. Ke-8, pasien nomor 496 inisial Ny OC (49 tahun), perempuan, warga Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-9, pasien nomor 497 inisial Ny IM (33 tahun), perempuan, warga Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Ke-10, pasien nomor 498 inisial An AAH (1 tahun), laki-laki, warga Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lotim.

Berikutnya ke-11, pasien nomor 499 inisial Ny H (30 tahun), perempuan, warga Desa Dopang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lobar. Ke-12, pasien nomor 500 inisial Tn AH (25 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Abian Tubuh, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Ke-13, pasien nomor 501 inisial Ny LS (49 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-14, pasien nomor 502 inisial Tn DR (25 tahun), laki-laki, warga Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Loteng. Ke-15, pasien nomor 503 inisial Tn AK (33 tahun), laki-laki, warga Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Loteng. Ke-16, pasien nomor 504 inisial Tn WM (35 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Ke-17, pasien nomor 505 inisial Ny CIC (40 tahun), perempuan, warga Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Ke-18, pasien nomor 506 inisial Ny HB (36 tahun), perempuan, warga Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lobar. Ke-19, pasien nomor 507 inisial An MAZQ (6 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Ke-20, pasien nomor 508 inisial An AG (3 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Selanjutnya ke-21, pasien nomor 509 inisial Ny R (64 tahun), perempuan, warga Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lobar. Ke-22, pasien nomor 510 inisial Tn AS (43 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Ke-23, pasien nomor 511 inisial An MGM (3 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Ke-24, pasien nomor 512 inisial Ny H (28 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Ke-25, pasien nomor 513 inisial Ny J (62 tahun), perempuan, warga Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lotim. Ke-26, pasien nomor 514 inisial Ny MSD (23 tahun), perempuan, warga Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lotim. Ke-27, pasien nomor 515 inisial An NA (7,5 tahun), perempuan, warga Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lotim. Ke-28, pasien nomor 516 inisial An NA (2 tahun), perempuan, warga Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Loteng. Ke-29, pasien nomor 517 inisial Ny TMD (39 tahun), perempuan, warga Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lobar. Ke-30, pasien nomor 518 inisial Tn MWS (38 tahun), laki-laki, warga Desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Loteng.

Kemudian ke-31, pasien nomor 519 inisial Ny AS (38 tahun), perempuan, warga Kelurahan Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Loteng. Ke-32, pasien nomor 520 inisial An A (1 bulan), perempuan, warga Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Loteng. Ke-33, pasien nomor 521 inisial An NR (1 tahun), laki-laki, warga Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lobar. Ke-34, pasien nomor 522 inisial An SRS (2 tahun), perempuan, warga Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lobar. Ke-35, pasien nomor 523 inisial Tn H (60 tahun), laki-laki, warga Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lobar. Ke-36, pasien nomor 524 inisial Tn K (74 tahun), laki-laki, warga Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Ke-37, pasien nomor 525 inisial Tn AJ (39 tahun), laki-laki, warga Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lobar. Ke-38, pasien nomor 526 inisial Ny MLS (58 tahun), perempuan, warga Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-39, pasien nomor 527 inisial Tn MBK (25 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Ke-40, pasien nomor 528 inisial Ny NWMKD (33 tahun), perempuan, warga Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Berikutnya lagi ke-41, pasien nomor 529 inisial Ny YK (32 tahun), perempuan, warga Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lobar. Ke-42, pasien nomor 530 inisial Ny AU (28 tahun), perempuan, warga Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lobar. Ke-43, pasien nomor 531 inisial Ny NMM (46 tahun), perempuan, warga Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lobar. Ke-44, pasien nomor 532 inisial Ny HN (26 tahun), perempuan, warga Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lobar. Ke-45, pasien nomor 533 inisial An LMIW (4 bulan), laki-laki, warga Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-46, pasien nomor 534 inisial An WMJ (4,6 tahun), perempuan, warga Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lobar. Ke-47, pasien nomor 535 inisial Tn MZY (19 tahun), laki-laki, warga Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, KSB. Ke-48, pasien nomor 536 inisial Tn MA (23 tahun), laki-laki, warga Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, KSB. Ke-49, pasien nomor 537 inisial An NZ (8 tahun), perempuan, warga Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, KSB.

‘’Para pasien baru positif ini, mereka ada yang pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dan ada juga yang tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Bagi pasien yang tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19, mereka memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Dan saat ini mereka dirawat di ruang isolasi dengan kondisi yang baik,’’ ujarnya.

Gita Ariadi mengatakan, dengan adanya tambahan 49 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini, Selasda (26/5) sebanyak 537 orang, dengan perincian 272 orang sudah sembuh, 9 (sembilan) meninggal dunia, serta 256 orang masih positif dan dalam keadaan baik. Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, lanjut Gita Ariadi, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Gita Ariadi menjelaskan, hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.077 orang dengan perincian 435 orang (40%) PDP masih dalam pengawasan, 642 orang (60%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.501 orang, terdiri dari 242 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 5.259 orang (96%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 5.427 orang, terdiri dari 1.852 orang (34%) masih dalam pemantauan dan 3.575 orang (66%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 59.496 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 3.977 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 55.519 orang (93%).

‘’Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, berlebaran di rumah, beribadah di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,’’ katanya sembari menyampaikan, pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply