Pasien Positif Covid-19 di NTB Tak Terbendung, Hari Ini Bertambah 42 Orang

Sekda NTB, HL Gita Ariadi.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Persebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kian tidak terbendung. Buktinya, berdasarkan press realase yang dikeluarkan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB, bahwa hari ini, Sabtu (30/5) ada penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 42 orang.

Dari 42 orang tersebut, sebanyak 16 orang berasal dari Kota Mataram, disusul Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sebanyak 14 orang, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) 9 orang, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) 2 orang dan 1 orang dari luar Provinsi NTB. ‘’Pada hari ini, Sabtu (30 Mei 2020), telah diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RS Unram, dan Laboratorium TCM RSUD HL Manambai Abdulkadir Sumbawa sebanyak 375 sampel dengan hasil 326 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 42 sampel kasus baru positif Covid-19,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, HL Gita Ariadi, dalam press realase yang dikeluarkan pada Sabtu (30/5).

Gita Ariadi mengatakan, sebanyak 42 kasus baru positif Covid-19 tersebut, di antaranya; pertama, pasien nomor 595 inisial Ny BJW (27 tahun), perempuan, warga Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Ke-2, pasien nomor 596 inisial Tn K (47 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Ke-3, pasien nomor 597 inisial Tn ASB (36 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-4, pasien nomor 598 inisial Ny ARO (53 tahun), perempuan, warga Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Ke-5, pasien nomor 599 inisial Tn D (47 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Ke-6, pasien nomor 600 inisial Ny W (46 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Ke-7, pasien nomor 601 inisial Tn I (64 tahun), laki-laki, warga Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Ke-8, pasien nomor 602 inisial Ny SS (26 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-9, pasien nomor 603 inisial Ny M (31 tahun), perempuan, warga Desa Rungkang, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Ke-10, pasien nomor 604 inisial Tn LA (50 tahun), laki-laki, warga Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Loteng.

Berikutnya ke-11, pasien nomor 605 inisial Ny YUNS (25 tahun), perempuan, warga Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Loteng. Ke-12, pasien nomor 606 inisial Tn H (29 tahun), laki-laki, warga Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Loteng. Ke-13, pasien nomor 607 inisial Tn J (34 tahun), laki-laki, warga Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Loteng. Ke-14, pasien nomor 608 inisial Ny YH (32 tahun), perempuan, warga Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Loteng. Ke-15, pasien nomor 609 inisial Ny M (48 tahun), perempuan, warga Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Loteng. Ke-16, pasien nomor 610 inisial Ny LNSW (46 tahun), perempuan, warga Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Loteng. Ke-17, pasien nomor 611 inisial Tn S (46 tahun), laki-laki, warga Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Loteng. Ke-18, pasien nomor 612 inisial Ny RO (32 tahun), perempuan, warga, Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Loteng. Ke-19, pasien nomor 613 inisial Ny H (33 tahun), perempuan, warga Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Loteng. Ke-20, pasien nomor 614 inisial Tn MA (38 tahun), laki-laki, warga Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Loteng.

Selanjutnya ke-21, kata Gita Ariadi, pasien nomor 615 inisial An QGH (14 tahun), perempuan, warga Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Ke-22, pasien nomor 616 inisial Tn TSH (67 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Ke-23, pasien nomor 617 inisial By B (6 hari), perempuan, warga Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lobar. Ke-24, pasien nomor 618 inisial Tn RAH (30 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Ke-25, pasien nomor 619 inisial Tn SBB (51 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-26, pasien nomor 620 inisial Tn NBM (63 tahun), laki-laki, warga Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lotim. Ke-27 pasien nomor 621 inisial Tn GP (44 tahun), laki-laki, warga Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya. Ke-28, pasien nomor 622 inisial Ny IM (30 tahun), perempuan, warga Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Ke-29, pasien nomor 623 inisial Ny DK (54 tahun), perempuan, warga Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lobar. Ke-30, pasien nomor 624 inisial Tn FUP (32 tahun), laki-laki, warga Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Loteng.

Kemudian ke-31, pasien nomor 626 inisial Tn SJ (30 tahun), laki-laki, warga Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lobar. Ke-32, pasien nomor 627 inisial Ny BFA (32 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-33, pasien nomor 628 inisial An RSL (4 tahun), perempuan, warga Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Loteng. Ke-34, pasien nomor 629 inisial Ny DM (33 tahun), perempuan, warga Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lobar. Ke-35, pasien nomor 630 inisial Ny IH (41 tahun), perempuan, warga Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-36, pasien nomor 631 inisial Ny S (37 tahun), perempuan, warga Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lobar. Ke-37, pasien nomor 632 inisial Ny N (25 tahun), perempuan, warga Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lobar. Ke-38, pasien nomor 633 inisial Ny I (31 tahun), perempuan, warga Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lobar. Ke-39, pasien nomor 634 inisial Tn MT (66 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Getap Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Ke-40, pasien nomor 635 inisial Tn S (58 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Ke-41, pasien nomor 636 inisial Ny SS (30 tahun), perempuan, warga Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

‘’Dengan adanya tambahan 42 kasus baru terkonfirmasi positif, 12 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini, Sabtu (30/5) sebanyak 636 orang, dengan perincian 291 orang sudah sembuh, 11 meninggal dunia, serta 334 orang masih positif dan dalam keadaan baik,’’ ujarnya.

Selain ada penambahan kasus baru positif Covid-19, lanjut Gita Ariadi, pada hari ini juga terdapat penambahan sebanyak 12 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif. ‘’Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,’’ ucapnya.

Gita Ariadi menjelaskan, hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.223 orang dengan perincian 558 orang (46%) PDP masih dalam pengawasan, 665 orang (54%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.586 orang, terdiri dari 238 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 5.348 orang (96%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 6.028 orang, terdiri dari 2.201 orang (37%) masih dalam pemantauan dan 3.827 orang (63%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 60.412 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 4.096 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 56.316 orang (93%).

‘’Memperhatikan dinamika sosial kemasyarakatan yang terjadi dalam beberapa waktu ini, dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang semakin meningkat, kembali kami mengingatkan seluruh masyarakat bahwa penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib. Jika ada salah satu warga kita yang terpapar Covid-19 maka tidak ada yang boleh bersikap paranoid serta mengucilkan mereka. Penting untuk kita pahami bersama, bahwa dengan disiplin menerapkan seluruh protokol pencegahan Covid-19 serta mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah maka sangat kecil kemungkinannya terpapar wabah ini. Selain itu, terhadap tiga kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap Covid-19 ini, khususnya kelompok usia bayi dan balita, diharapkan kepada orang tua untuk lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian,’’ katanya.

Gita Ariadi juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Di samping itu, pemerintah juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply