Update Covid-19 di NTB Hari Ini: Bertambah 18 Pasien Positif dan 2 Orang Meninggal

Sekda NTB, HL Gita Ariadi.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kasus Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hari ini, Senin (1/6), bertambah 18 pasien positif. Selain adanya penambahan 18 pasien positif, hari ini juga terdapat 2 (dua) kasus kematian baru pada pasien yang telah dirawat dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

‘’Pada hari ini, Senin (1/6), telah diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD HL Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark sebanyak 125 sampel dengan hasil 103 sampel negatif, 4 (empat) sampel positif ulangan, dan 18 sampel kasus baru positif Covid-19,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, HL Gita Ariadi, dalam press realase yang dikeluarkan hari ini, Senin (1/6).

Adapun 18 kasus baru positif tersebut, di antaranya; pertama, pasien nomor 653 inisial Tn GNS (45 tahun), laki-laki, warga wilayah Puskesmas Pagesangan, Kota Mataram. Ke-2, pasien nomor 654 inisial Tn EE (52 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-3, pasien nomor 655 inisial Ny IDAW (44 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-4, pasien nomor 656 inisial Tn IWGS (58 tahun), laki-laki, warga wilayah Puskesmas Babakan, Kota Mataram. Ke-5, pasien nomor 657 inisial Tn IMDJ (35 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Ke-6, pasien nomor 658 inisial Ny R (31 tahun), perempuan, warga Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Loteng. Ke-7, pasien nomor 659 inisial Tn M (36 tahun), laki-laki, warga Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Loteng. Ke-8, pasien nomor 660 inisial Tn ASN (39 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Renteng, Kecamatan Praya, Kabupaten Loteng. Ke-9, pasien nomor 661 inisial Ny BWN (34 tahun), perempuan, warga Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Loteng. Ke-10, pasien nomor 662 inisial Tn LR (30 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Loteng.

Berikutnya ke-11, pasien nomor 663 inisial Tn MA (35 tahun), laki-laki, warga Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Kabupaten Loteng. Ke-12, pasien nomor 664 inisial Ny MWKPSS (26 tahun), perempuan, warga Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Ke-13, pasien nomor 665 inisial Tn SS (27 tahun), laki-laki, warga Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Loteng. Ke-14, pasien nomor 666 inisial An MLH (2 tahun), laki-laki, warga Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Ke-15, pasien nomor 667 inisial Tn IBSG (51 tahun), laki-laki, warga Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, KSB. Ke-16, pasien nomor 668 inisial Ny YAW (46 tahun), perempuan, warga Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lobar. Ke-17, pasien nomor 670 inisial Tn MSP (42 tahun), laki-laki, warga Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

Sedangkan 2 (dua) kasus kematian baru pada pasien yang telah dirawat dan dilakukan tatalaksana Covid-19, yakni; pasien nomor 561 inisial Tn H (66 tahun), laki-laki, warga Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lobar; dan pasien nomor 669 inisial Ny J (62 tahun), perempuan, warga Kelurahan Ampenan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Gita Ariadi mengatakan, dengan adanya tambahan 18 (delapan belas) kasus baru terkonfirmasi positif, tidak ada tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini, Senin (1/6) sebanyak 670 orang, dengan perincian 292 orang sudah sembuh, 13 meninggal dunia, serta 365 orang masih positif dan dalam keadaan baik. ‘’Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,’’ ujarnya.

Gita Ariadi menjelaskan, hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.290 orang dengan perincian 582 orang (45%) PDP masih dalam pengawasan, 708 orang (55%) PDP selesai pengawasan/sembuh. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.856 orang, terdiri dari 459 orang (8%) masih dalam pemantauan dan 5.397 orang (92%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 6.786 orang, terdiri dari 2.810 orang (41%) masih dalam pemantauan dan 3.976 orang (59%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 60.940 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 3.950 orang (6%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 56.990 orang (94%).

‘’Kembali kami mengingatkan seluruh masyarakat bahwa penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib. Jika ada salah satu warga kita yang terpapar Covid-19 maka tidak ada yang boleh bersikap paranoid serta mengucilkan mereka. Penting untuk kita pahami bersama, bahwa dengan disiplin menerapkan seluruh protokol pencegahan Covid-19 serta mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah maka sangat kecil kemungkinannya terpapar wabah ini. Selain itu, terhadap tiga kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap Covid-19 ini, khususnya kelompok usia bayi dan balita, diharapkan kepada orang tua untuk lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian,’’ katanya.

Gita Ariadi juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Di samping itu, lanjut Gita Ariadi, pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit. ‘’Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119,’’ ujarnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply