Kota Bima Paling Layak Terapkan ‘’New Normal’’ di NTB

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah bersama Kapolda NTB, Danrem 162/WB dan Kepala Kejati NTB saat memberikan bantuan sembako kepada anggota TNI/Polri, Satpol PP, dan tali asih kepada Warakawuri dan Linmas serta Panti Asuhan yatim piatu Manggi Maci Bima.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

BIMA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dilihat dari progress penanganan dan pengendalian kasus penularan wabah Covid-19, Kota Bima dinilai sebagai daerah pertama dan paling layak untuk menerapkan fase new normal di Provinsi NTB. Selain jumlah kasus warganya yang positif Covid-19 paling sedikit di NTB, juga Pemerintah Daerah melalui Gugus Tugas bersama TNI/Polri, Tenaga Kesehatan dan seluruh masyarakatnya telah bekerja sama sangat baik untuk melakukan pencegahan. Sehingga korban dapat diminimalkan dan penularannnya pun tidak meluas.

Daerah kedua adalah Kabupaten Bima dan disusul Kabupaten Dompu, yang juga telah menunjukkan progress yang baik dalam melakukan penanganan dan pencegahan Pandemi Covid-19. ‘’Sehingga ketiga daerah di ujung timur Provinsi NTB itu sudah harus mempersiapkan diri memasuki New Normal, dengan cara memenuhi seluruh kriteria new normal yang ditetapkan pemerintah,’’ kata Gubernur NTB, H Zulkiefliemansyah mengawali rangkaian kunjungannya di Pulau Sumbawa bersama Forkompinda NTB didampingi sejumlah pejabat lingkup Pemprov NTB, diawali pertemuan di Mapolres Kota Bima, kemudian Polres Kabupaten Bima dan Polres Dompu, Kamis (4/6).

Dilihat dari kriteria dan persyaratan new normal yang ditentukan pemerintah, saat ini memang NTB belum ada daerah yang memenuhi kriteria. Tapi, jika mampu memenuhinya mungkin Kota Bima yang terdepan dan paling layak.

Di hadapan prajurit TNI/Polri dan Forkompinda di ketiga daerah itu, Gubernur juga mengingatkan bahwa meski progress penanganan Covid-19 sudah baik, namun ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak lengah. ‘’Kita harus tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dengan baik dan berkelanjutan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sebab, kalau lengah atau tidak disiplin, virus ini memang bagi warga yang imunitas tubuhnya baik, sepertinya tidak menimbulkan masalah yang besar. Tubuhnya sehat tidak menunjukan gejala tapi membawa virus corona,’’ ujarnya.

Namun hal itu akan memberikan efek yang berat dan sangat berbahaya bagi masyarakat yang tergolong rentan, seperti para orang tua, para bayi dan balita serta warga yang memiliki penyakit bawaan lain. ‘’Disiplin dengan menerapkan protokol pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19, kunci menuju The New Normal,’’ ucapnya.

New Normal tersebut pada dasarnya khasanah adab dan budaya lokal masyarakat di daerah ini. Mengembalikan budaya hidup bersih, seperti cuci tangan, adab bersin dan lainnya. ‘’Kita akan kembali kesitu,’’ katanya.

Gubernur juga berpesan agar sinergi dan kebersamaan yang ditunjukan oleh Forkompinda NTB dalam membangun NTB ke depan terus dipupuk juga di Kabupaten/Kota se-NTB.

Kapolda NTB, Irjen Muhammad Iqbal memohon dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat untuk saling menguatkan dalam menjalankan tugas dan amanah yang diemban masing-masing.

Mantan Kepala Divisi Humas Polri itu juga berpesan kepada TNI/Polri agar mengutamakan penyelesaian masalah dengan pendekatan persuasif. ‘’Yang paling mulia adalah menjalin silaturahmi dan sentuh hati masyarakat. Sehingga kunci untuk menyelesaian dan menekan Covid-19 kebersamaan dan kepedulian TNI/Polri dan masyarakat,’’ kata Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal.

Komandan Korem (Danrem) 162/WB, Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani mendukung penuh langkan Pemrov NTB untuk menerapkan New Normal di Kota Bima dan Kabupaten Bima menghadapi wabah Covid-19. Kepada segenap jajaran TNI/Polri dan seluruh stakeholders di Kabupaten/Kota Bima dan Dompu, Danrem 162/WB mengapresiasi atas kebersamaan menjaga wilayahnya dari penyebarluasan wabah Covid-19.

Apalagi, saat ini Kota Bima menjadi prioritas untuk penerapan new normal. ‘’Maka, tugas bersama kita adalah mewujudkan hal tersebut. Tentu dengan tetap mengikuti imbauan pemerintah dalam menghentikan laju perkembangan Covid-19,’’ katanya.

Danrem 162/WB juga mengingatkan, keberadaan TNI/Polri di tengah-tengah masyarakat adalah sebagai saudara kandung, karena ibu kandung adalah rakyat. ‘’Kalian saudara kandung, maka jangan sekali-kali menyakiti dan menakut-nakuti rakyat, berikan segenap kemampuan terbaik kita untuk rakyat,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejati NTB, Nanang Sigit Yulianto mendukung sepenuhnya langkah-langkah ditempuh Pemda, Polda NTB dan TNI dalam menangani Pandemi Covid-19 ini. ‘’Pokoknya don’t worry, kejaksaan ada di belakang anda untuk mendukung sepenuhnya,’’ kata Kejati NTB.

Kegiatan silaturahim Gubernur NTB, Kapolda NTB, Danrem 162/WB dan Kepala Kejati NTB diakhiri dengan pemberian bantuan sembako kepada anggota TNI/Polri, Satpol PP, dan tali asih kepada Warakawuri dan Linmas serta Panti Asuhan yatim piatu Manggi Maci Bima. Bantuan tersebut berupa sembako dan APD. Di samping itu, ada juga TV, bola voly, net, bola kaki, dispencer bagi anggota TNI/Polri dan Satpol PP.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply