Mobil Listrik Buatan NTB Membanggakan, Penyempurnaan Kendaraan Terus Dilakukan

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dan istri, Hj Niken Saptarini Widyawati saat menjajal mobil listrik.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |
MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah telah memperkenalkan salah satu terobosan program industrialisasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB berupa pembuatan kendaraan listrik. Ada beberapa type kendaraan listrik yang dikembangkan oleh putra-putri NTB. Roda empat, roda tiga dan roda dua. Masing-masing peruntukannya untuk mendukung aktivitas ekonomi, pariwisata dan transportasi.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah bersama istri, Hj Niken Saptarini Widyawati pada Sabtu (6/6) kemarin telah melakukan uji coba terhadap mobil listrik ini di Kantor Dinas Perindustrian Provinsi NTB. Gubernur memuji mobil listrik ini yang nyaman dan tidak berisik. “Mobil listrik ini seperti mobil golf, tanpa suara dan tanpa polusi,” kata Gubernur.

Menurutnya, meskipun kendaraan ramah lingkungan ini masih butuh penyempurnaan, namun hasil karya ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Kendaraan ini sangat cocok untuk mendukung pariwisata NTB karena ramah lingkungan. “Dengan motor dan mobil listrik, lingkungan kita akan tetap terjaga asri dan lestrasi.” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj Nuryanti mengatakan, mobil listrik ini merupakan hasil Bimtek Dinas Perindustrian yang bekerja sama dengan SMKN 1 Lingsar dan lima Industri Kecil Menengah (IKM) di daerah ini. Mereka telah mendapatkan pelatihan yang intensif agar skill yang dimiliki mampu mendukung mobil listrik yang sudah dicanangkan oleh Gubernur tersebut. Selain dengan SMKN 1 Lingsar, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) juga menjadi mitra untuk pengembangan industri otomotif di NTB. Ia mengatakan, kendaraan ini masih dalam tahap penyempurnaan. Apabila muncul saran dan masukan terhadap kendaraan ini akan menjadi bahan perbaikan. ”Sehingga nantinya akan keluar prototype resmi kendaraan ini,” katanya.

Nuryanti mengatakan, saat ini masih dalam proses penyiapan infrastruktur lintas sektor. Misalnya Dinas Perindustrian menyiapkan kendaraan, Dinas Perhubungan yang bertanggung jawab terhadap standarisasi kendaraan, PLN menyiapkan infrastruktur energi, dan pihak terkait lainnya. “Hasil diskusi kami dengan PLN bahwa PLN juga memiliki rencana untuk membangun kawasan transportasi hijau. Bagaimana menyediakan pengisian daya di sepanjang gardu-gardu listrik yang ada di NTB. Jadi, nantinya dukungan PLN seperti itu nantinya,” ujarnya.

Selain komunikasi dengan PLN untuk penyediaan pengisian daya, energi terbarukan juga sedang dipersiapkan sebagai energi alternatif alat transportasi listrik ini. Ia menambahkan, pihaknya secara bertahap menyiapkan SDM untuk pembuatan mobil listrik ini dan mulai merintis pola pabrikasinya. Artinya setiap IKM akan menyiapkan satu jenis komponen tertentu. “Ada IKM yang bagiannya merakit, ada IKM yang memproduksi onderdil dan lain sebagainya,” ucapnya.

Sementara itu, Irwan Aditya Jaya, M. Eng, salah seorang perakit mobil listrik ini mengatakan, sejak NTB diumumkan telah mampu memproduksi kendaraan listrik, pesanan mulai mengalir. “Ada 100 unit dari PT GNE, tinggal difinalkan. Ada 10 unit pesanan dari Dinas Koperasi dan UMKM NTB, dan ada 3 unit dari perorangan di Dompu,” kata Irwan.

Irwan mengatakan, untuk kendaraan roda empat yang dibuat, adalah kolaborasi dari lima pelaku IKM, di antaranya IKM permesinan, IKM logam, IKM konstruksi, kelistrikan. Seluruhnya adalah IKM binaan Dinas Perindustrian Provinsi NTB. Mobil listrik yang dibuat saat ini mampu mengangkut beban hingga 3 kuintal. Kapasitas maksimal baterainya hingga 70 Km dengan kecepatan maksimal 55 Km/jam. Mobil listrik ini bisa difungsikan untuk mengangkut dua orang di kursi belakang. Diharapkan dapat dimanfaatkan di dalam kawasan Mandalika Kuta, Lombok Tengah.

Selain untuk pariwisata, kendaraan listrik ini juga dapat difungsikan sebagai lapak berjalan. Desain dapat disesuaikan. Bisa juga dijadikan alat pengangkut sampah. Irwan mengatakan, untuk satu mobil listrik, menghabiskan biaya hingga Rp50 juta. Jika dirakit, butuh waktu dua hari. Dengan catatan, seluruh komponen telah tersedia. Untuk memenuhi permintaan yang masuk ini, ia mengatakan pihaknya terus mempersiapkan komponen-komponen yang dibutuhkan, bekerja sama dengan IKM-IKM penyedia komponen lainnya. Perakitan dilakukan di bengkelnya, di Narmada, Lombok Barat.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply