Saatnya Hasil Karya IPTEK dari Kampus Dibumikan di Dunia Kerja

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat berkunjung ke kampus Unram.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan dan Fakultas Teknik memiliki sejumlah program studi di Universitas Mataram (Unram) yang banyak menghasilkan produk-produk riset dan inovasi teknologi untuk masyarakat.

Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan misalnya, merupakan kampus pertama di Indonesia yang berhasil mengembangkan teknologi pembuahan, tanaman buah di luar musim. Juga temuan sejumlah varietas/bibit unggul seperti jagung, kentang, bawang, padi dan tanaman palawija serta beragam holtikultura lainnya. Poduk lain dari fmFakultas Pertanian di antaranya pupuk cair, sabun aroma terapi, alat pengering gabah, untuk panen padi dan sejumlah produk-produk pertanian dan perkebunan lainnya.

Sedangkan di bidang peternakan, Unram juga berhasil mengembangkan teknologi budidaya bibit sapi. Dan budibaya Madu Trigona terpilih sebagai salah satu produk unggulan. Karena dari Madu ini dapat menghasilkan beragam produk turunannya seperti madu, pollen dan propolis yang memiliki prospek usaha yang baik dalam menggerakkan ekonomi di pedesaan. “Madu ini merupakan salah satu produk yang berguna memperkuat imun tubuh di tengah Pandemi Covid-19,” kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah di hadapan Rektor Unram, Prof HL Husni; para dekan civitas akademika Unram dan Kepala Dinas lingkup Pemprov NTB yang mendampingi Gubernur NTB saat berkunjung di Kampus Unram, Jum’at (12/6).

Selain bermanfaat untuk meningkatkan imun tubuh, budidaya lebah Madu Trigona juga memiliki prospek usaha yang baik bagi masyarakat, untuk usaha di bidang pengolahan dan pembibitan koloni lebah. Karena itu, putra terbaik bangsa kelahiran Sumbawa ini berharap, hasil riset dan inovasi dari IPTEK anak-anak Unram ini dapat dibumikan dan dimanfaatkan di dunia kerja untuk mendorong dan meningkatkan produktivitas masyarakat. “Inovasi teknologi ini sangatlah dibutuhkan oleh para petani kita,” ujarnya.

Salah satu langkah membumikan karya berupa ilmu dan teknologi dari dunia kampus, menurut Gubernur adalah dengan menyiapkan SDM yang siap menjadi petani dan peternak. Mahasiswa-mahasiswa Unram harus dididik menjadi pengusaha atau UKM dan IKM yang dapat memanfaatkan bahan lokal. “Saya minta Rektor Unram siapkan 10-20 orang mahasiswa untuk berwirausaha. Ajari dan didik mereka untuk menjadi pengusaha, baik di pertanian atau peternakan di desanya, nanti kita kasi modal,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah dan kampus harus membangun kesadaran masyarakat tentang perlunya memanfaatkan buah dari hasil Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Sehingga dapat mendorong kreatifitas dan inovasi masyarakat di bidang Pertanian, Peternakan maupun Teknik. Ia juga meminta Kepala Dinas terkait untuk membangun komunikasi dan kerja sama untuk pengembangan hasil kajian dan riset serta inovasi Unram untuk membangun NTB.

Rektor Unram, Prof HL Husni menyambut antusias gagasan untuk memanfaatkan hasil penelitian dan karya mahasiswa dan dosen Unram bagi dunia usaha dan pembangunan daerah. Rektor menambahkan, NTB sudah memiliki sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang berlimpah. Tugas selanjutnya bagaimana memanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Ke depan kerja sama Unram dan Pemerintah Daerah akan terus ditingkatkan untuk memajukan dunia usaha. Juga petani, peternak dan usaha dibidang lainnya demi tercapainya kesejahteraan masyarakat.

Usai mengunjungi hasil produk dan inovasi di Fakultas Pertanian dan Peternakan, Gubernur mengunjungi Fakultas Teknik melihat laboraturium bio energi. Di akhir kunjungan tersebut, Gubernur juga menerima penyerahan perdana alkohol sebagai bahan pembuatan sanitizer, dan disinfektan dari Rektor Unram untuk kebutuhan daerah. Hasil laboraturium berupa alkohol 70-80 persen merupakan bahan pembuatan sanitizer dan disenfektan hasil olahan laboraturium Fakultas Teknik dari limbah sari tebu yang diberikan oleh PT SMS yang memproduksi gula di Dompu.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply