Update Covid-19 di NTB Hari Ini: 31 Pasien Sembuh, 21 Positif dan 1 Meninggal

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Gita Ariadi.
Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Gita Ariadi.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kabar menggembirakan datang dari ruang-ruang perawatan pasien Covid-19 di Provinsi NTB. Hari ini, Selasa (16/6), sebanyak 31 pasien telah terbebas dari Covid-19 setelah menjalani dua kali pemeriksaan laboratorium swab dan keduanya negatif.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, HL Gita Ariadi dalam rilisnya hari ini menyebutkan pasien-pasien yang sembuh itu di antaranya; pertama, pasien nomor 312 inisial Tn K (44 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Ke-2, pasien nomor 355 inisial An U (19 tahun), perempuan, warga Desa Sai, Kecamatan Suromandi, Kabupaten Bima. Ke-3, pasien nomor 357 inisial Ny NM (34 tahun), perempuan, warga Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Ke-4, pasien nomor 373 inisial An RA (7 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-5, pasien nomor 390 inisial Ny EI (52 tahun), perempuan, warga Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Ke-6, pasien nomor 462 inisial Ny NKDY (23 tahun), perempuan, warga Denpasar, Bali. Ke-7, pasien nomor 464 inisial Tn K (19 tahun), laki-laki, warga Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Ke-8, pasien nomor 477 inisial Ny AY (40 tahun), perempuan, warga Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Ke-9, pasien nomor 567 inisial Tn IGOWN (41 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Ke-10, pasien nomor 569 inisial Tn MSS (77 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Berikutnya ke-11, pasien nomor 570 inisial Tn RW (42 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Ke-12, pasien nomor 571 inisial Ny N (40 tahun), perempuan, warga Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Ke-13, pasien nomor 573 inisial Ny S (38 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Ke-14, pasien nomor 598 inisial Ny ARO (53 tahun), perempuan, warga Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Ke-15, pasien nomor 599 inisial Tn D (47 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Ke-16, pasien nomor 601 inisial Tn I (64 tahun), laki-laki, warga Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Ke-17, pasien nomor 617 inisial By B (5 hari), perempuan, warga Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Ke-18, pasien nomor 680 inisial Ny J (34 tahun), perempuan, warga Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Ke-19, pasien nomor 694 inisial An HA (13 tahun), perempuan, warga Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Ke-20, pasien nomor 695 inisial Tn S (50 tahun), laki-laki, warga Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Selanjutnya ke-21, pasien nomor 702 inisial Tn AM (36 tahun), laki-laki, warga Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Ke-22, pasien nomor 703 inisial An MG (9 tahun), laki-laki, warga Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Ke-23, pasien nomor 732 inisial Tn HA (26 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Ke-24, pasien nomor 733 inisial Tn BS (49 tahun), laki-laki, warga Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Ke-25, pasien nomor 778 inisial Ny WMA (33 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-26, pasien nomor 806 inisial Tn MS (78 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Ke-27, pasien nomor 848 inisial Tn MK (45 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Ke-28, pasien nomor 853 inisial Ny EP (63 tahun), perempuan, warga Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Ke-29, pasien nomor 895 inisial An ZP (1 tahun), perempuan, warga Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Ke-30, pasien nomor 916 inisial Tn S (61 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Ke-31, pasien nomor 917 inisial Tn FN (22 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

‘’Selain pasien yang sembuh, tercatat pula 21 temuan sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19. Pada hari ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 974 inisial Ny H (48 tahun), perempuan, warga Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah,’’ kata HL Gita Ariadi.

Gita Ariadi mengatakan, dengan adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 31 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini, Selasa (16/6), sebanyak 978 orang, dengan perincian 656 orang sudah sembuh, 41 meninggal dunia, serta 281 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

‘’Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan pelacakan kontak terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,’’ ujarnya sembari mengharapkan kepada petugas kesehatan di Kabupaten/Kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

Gita Ariadi menjelaskan, hingga rilis ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.688 orang dengan perincian 520 orang (31%) PDP masih dalam pengawasan, 1.168 orang (69%) PDP selesai pengawasan/sembuh. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 6.275 orang, terdiri dari 317 orang (5%) masih dalam pemantauan dan 5.958 orang (95%) selesai pemantauan.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 9.291 orang, terdiri dari 1.881 orang (20%) masih dalam pemantauan dan 7.410 orang (80%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 63.237 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.732 orang (3%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 61.505 orang (97%).

‘’Kasus kematian karena Covid-19 sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis. Oleh karena itu, diharapkan kepada masyarakat yang memiliki penyakit tidak menular seperti di atas untuk lebih menjaga kesehatan, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat, dan berupaya mencegah terinfeksi Covid-19 dengan cara tidak keluar rumah, memakai masker bila harus keluar rumah, melakukan social distancing, sering cuci tangan, dan tidak merokok,’’ katanya.(Sid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *