Gubernur NTB: Kades Terlalu Banyak Bicara Pertanda Desanya Tidak Maju

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah (kanan) bersama Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy (kiri).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengeluarkan pernyataan yang terkesan kontroversi dengan menyebut bahwa Kepala Desa (Kades) yang terlalu banyak bicara atau mengajukan pertanyaan, pertanda desanya tidak maju. ‘’Kita tak perlu panjang-panjang bicara dan para kades tidak perlu banyak bicara dan bertanya, kades yang banyak bicara itu pertanda desanya belum maju,’’ kata Gubernur.

Pernyataan itu dilontarkan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah di hadapan seluruh Kades dari 5 kecamatan wilayah selatan Lombok Timur (Lotim) meliputi; Kecamatan Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru pada acara kunjungan silaturahmi yang dipusatkan di rumah Kades Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Kamis (2/7).

Gubernur yang didampingi Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy menguraikan maksud dari pernyataannya itu. Menurutnya, pada kesempatan silaturahmi ini, Gubernur membonceng 15 Kepala Dinas dan Badan lingkup Pemprov NTB.

Gubernur meminta agar tidak ada sesi tanya jawab. Namun Gubernur meminta para Kades yang hadir secara individu langsung mendekati para Kadis terkait untuk menyampaikan atau mengajukan usulan program. ‘’Lebih baik kita langsung makan siang, dan saya persilakan para Kades untuk langsung mengajukan apa saja terkait program desa. Dan silakan para Kades pilih sendiri Kadis yang disasar terkait program desa masing-masing,’’ ujarnya.

Gubernur menyatakan diri tidak akan beranjak dari tempat acara apabila ada Kades yang belum tuntas bicara atau loby-loby dengan sejumlah Kadis. Mendengar pernyataan Gubernur yang memberikan keleluasaan pendekatan dengan para Kadis, langsung sejumlah Kades ramai-ramai menyasar para Kadis yang dianggap relevan dengan program di desanya masing-masing.

Dari pantauan Lomboktoday.co.id, banyak di antara Kades yang langsung menodong beberapa Kadis dengan proposal yang memang sudah dibawa dari rumahnya. Terlihat pula Kadis PUPR Provinsi NTB, Kadis Perkim NTB, dan Kepala Biro Kesra yang paling banyak diburu oleh para Kades.

Minimal para Kades yang tidak siaga dengan proposal, menyampaikan secara linsan kepada beberapa Kadis untuk mengajukan proposal hingga meminta nomor kontak para Kadis. Sesuai dengan perintah Gubernur, semua Kadis sangat welcome dengan permohonan para Kades meskipun ada sebagian kecil Kades yang tidak krasak-krusuk melakukan loby-loby.

Sebelumnya, Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy menyampaikan kepada Gubernur tentang gambaran wilayah selatan Lotim. Menurut Bupati, wilayah selatan Lotim ini memasuki bulan Juli hingga akhir tahun, pasti dihadapkan dengan persoalan air bersih dan air irigasi. ‘’Di wilayah utara Lotim memang banyak mata air, tapi wilayah selatan hanya air mata,’’ kata Sukiman.

Untuk itu, Bupati minta kepada Pemprov NTB agar membantu memikirkan fenomena kekeringan tahunan di wilayah selatan. Meskipun kata Bupati, pihaknya telah banyak melakukan terobosan untuk mengatasi persoalan kekeringan ini.

Ikut hadir beberapa Kadis lingkup Pemkab Lotim, di antaranya; Kadis PUPR, Lalu Mulyadi; Kadis Kimpraswil, M Sahri; Kadis Perhubungan, M Zaini; dan Kasat Pol PP, Baiq Parida Iriani serta Kabag Protokol Setkab Lotim, Iswan Rahmadi.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply