Dharma Wanita Persatuan NTB Peduli Salurkan 700 Paket Sembako Non JPS

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTB, Hj Lale Priyatni Gita Ariadi saat menyalurkan paket sembako non JPS.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dampak buruk Pandemi Covid-19 terhadap sektor kesehatan dan pembatasan aktivitas sosial ekonomi masyarakat sejak Maret lalu, tak hanya mengakibatkan terpuruknya pertumbuhan ekonomi di NTB. Tetapi juga menurunkan drastis pendapatan dan kemampuan daya beli masyarakat, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan pokok (bapok).

Meminimalisir dampak tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB-pun tak berpangku tangan. Beragam kebijakan untuk meringankan beban hidup masyarakat, juga stimulus ekonomi diluncurkan Pemerintah Daerah. Salah satunya adalah bantuan paket sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang isinya serba produk masyarakat NTB.

Dalam hal penyediaan beragam kebutuhan tersebut, Pemerintah Daerah mewajibkan penggunaan produk-produk dari IKM/UKM lokal. Sehingga program ini, selain mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, sekaligus dapat memutar perekonomian rakyat dan menghidupkan aktivitas produksi. Tak hanya pada masa pandemi ini saja, tetapi pasca Covid-19 nantinya, seluruh IKM/UKM lokal diharapkan mampu mandiri dan bersaing pada pasar yang lebih luas.

Seolah tidak mau kalah dengan program Pemprov NTB, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTB juga meluncurkan program ‘’Peduli’’ untuk meringankan beban warga, menggunakan dana yang bersumber dari program organisasi dan partisipasi anggotanya.

Tak tanggung-tanggung, organisasi sosial kemasyarakatan yang menjadi partner setia para ASN ini, telah mendistribusikan 700  paket bantuan sosial sembako Non JPS kepada sejumlah kelompok masyarakat. Di antaranya untuk penjaga malam, tukang kebun dan petugas kebersihan pada kantor-kantor pemerintah. Juga menyasar kelompok masyarakat kurang mampu dan para lansia di desa-desa dan daerah binaan Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTB itu sendiri.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTB, Hj Lale Priyatni Gita Ariadi atau akrab disapa Hj Lale didampingi sejumlah pengurus DWP Provinsi NTB saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan lansia di daerah binaan Tanjung Karang Ampenan, Kota Mataram, Sabtu (4/7) mengungkapkan bahwa isi dari paket bantuan tersebut tak jauh beda dengan JPS Gemilang.

Satu paket bantuan sosial non JPS dari Dharma Wanita, kata Hj Lale berisi telur ayam 10 butir, minyak kelapa 2 liter, ikan asin, sabun dan beras 5 kg. ‘’Semuanya merupakan produk dari usaha masyarakat yaitu IKM dan UKM kita,’’ kata Hj Lale.

Ia berharap bantuan sosial yang yang disalurkannya itu, bisa sedikit meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok. ‘’Tetap syukuri apapun bentuk kenikmatan yang berikan Allah SWT walaupun itu hanya sedikit,’’ ujarnya.

Istri Sekda NTB itu juga tidak lelahnya mengimbau kepada warga untuk tetap menggunakan masker, jaga jarak serta tetap mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi saat ini. ‘’Meskipun ini sulit untuk dijalani, tetapi mari kita terus berikhtiar dan berdoa semoga kita semua tetap diberikan kesehatan,’’ ucapnya.

Selama sepekan terakhir, organisasi DWP Provinsi NTB telah menyalurkan 700 paket bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Di antaranya kepada petugas kebersihan, tukang kebun, dan penjaga malam pada seluruh OPD Provinsi NTB. Kemudian kepada masyarakat di bawah DWP Lombok Barat, para petugas Islamic Center dan warga daerah binaan DWP yaitu di daerah Sayang-Sayang, Tanjung Karang, Karang Genteng, serta sejumlah masyarakat kurang mampu di Desa Puyung, Lombok Tengah.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply