Ini Pemaparan Danrem 162/WB Saat Hadiri Rakor di Mapolda NTB

Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBKTODAY.CO.ID – Dalam rangka mencari solusi dan segera melakukan action dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Menekan Penyebaran Covid-19 dan Sosialisasi Lomba Kampung Sehat di wilayah Propinsi NTB, bertempat di Lapangan Tenis Mapolda NTB, Jalan Langko Mataram, Selasa (7/7).

Rapat tersebut dipimpin oleh Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal yang dalam sambutan singkatnya mengatakan, bahwa dengan memasuki era New Normal dan meningkatnya angka positif Covid-19, khususnya di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lobar, maka untuk menyikapi situasi ini Kapolda mengundang semuanya dalam Rakor membahas langkah-langkah sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 dan sosialiasi Kampung Sehat.

Kemudian, Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani memaparkan tentang strategi menekan penyebaran Covid-19 dengan pola pelaksanaan protokol Covid-19 dengan titik berat zona merah menjadi zona kuning maupun hijau, tetap wajib menggunakan masker, pengecekan suhu badan bila ke tempat-tempat umum seperti pasar dan pusat perbelanjaan.

Melakukan patroli sesuai fungsi tugas masing-masing sambil mengingatkan masyarakat, adanya pengeras suara di pasar yang direkam dan diputar berulang-ulang sebagai bentuk doktrinisasi terhadap standar Covid-19 serta menempatkan petugas terpadu di lokasi keramaian seperti Transmart, restauran dan pusat keramaian lainnya, serta membatasi pengunjung kepada setiap outlet dan keluar masuk lokasi mall atau pasar harus berbeda sehingga tidak terjadi penumpukan dan tempat wisata boleh dibuka jika sudah masuk zona hijau dan tentunya tetap dengan protokol Covid-19.

Melakukan pengawasan di setiap pintu keluar masuk perbatasan wilayah masing-masing, termasuk memeriksa setiap orang yang masuk terminal, pelabuhan dan bandara dengan standar Covid-19 yang sama.

Sedangkan untuk di masjid, Danrem meminta kepada Ketua MUI NTB untuk menyampaikan kepada para Takmir masjid agar sebelum atau sesudah melaksanakan adzan mengumumkan kepada para jamaah yang akan melaksanakan sholat untuk tetap menggunakan standar Covid-19.

Untuk menurunkan angka positif Covid-19 di Mataram dan Lobar, Danrem mengajak semua pihak bekerja keras melaksanakan sosialisasi mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dalam 2 bulan ke depan, sehingga bisa menurunkan status zona dari merah ke kuning dan hijau, serta mendukung kegiatan lomba Kampung Sehat yang diselenggarakan oleh Polda NTB guna menekan dan meminimalisir penyebaran Covid-19 menghadapi era New Normal.

Selanjutnya, Ketua MUI Provinsi NTB, Prof H Syaiful Muslim menjelaskan, bahwa menghadapi korban Covid-19 terutama transparansi informasi terhadap korban yang meninggal karena positif Covid-19 perlu diinformasikan kepada keluarga korban sehingga keluarga mengerti dan tidak menolak untuk dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

Dengan adanya New Normal, maka ada euforia masyarakat bebas sehingga diperlukan pelibatan semua unsur masyarakat toga, toma, aparat desa, TNI, Polri, Babinkamtibmas, Babinsa dan Satgas Covid-19 sampai di tingkat desa.

Pada kesempatan tersebut, beberapa peserta diskusi menyampaikan bahwa mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan oleh Kapolda NTB dan Danrem 162/WB serta siap menindaklanjuti di daerah masing-masing sesuai arahan Pimpinan untuk mendukung program Kampung Sehat guna menekan penyebaran Covid-19.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Ketua Gili Hotel Asociation, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dukcapil NTB, Kadis Pariwisata Provinsi NTB, Kadis Kominfo Provinsi NTB, Ketua PHRI Provinsi NTB, Ketua ASITA Provinsi NTB, GM Angkasa Pura I LIA, Kepala Syah Bandar Lembar, Ketua FKUB Provinsi NTB, Wakapolda, Irwasda, PJU, para Kapolres Jajaran, para Dandim Jajaran Korem 162/WB dan Sekda Kabupaten/Kota.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply