Hj Niken: Lasqi Lotim Harus Dapat Berperan dalam Qasidah Kolaborasi

Ketua Umum DPW Lasqi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati saat melantik pengurus Lasqi Kabupaten Lotim.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Di era modern ini, generasi muda banyak memiliki alternatif seni yang bukan dari budaya timur. Untuk itu, menjadi tantangan bagi seluruh pihak, khususnya Lembaga Seni dan Qasidah Islam (Lasqi) untuk memberikan perwujudan agar nilai-nilai Islam dan dakwah Islam dapat tersebar kepada masyarakat.

‘’Tentu saja menjadi tantangan bagi pengurus Lasqi, bagaimana kaum muda nanti dalam melihat seni dan qasidah Islam bisa tersalurkan melalui Lasqi ini,’’ kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPW Lasqi NTB, ketika menghadiri pelantikan Lasqi Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sekaligus menyerahkan bantuan kepada pelaku seni di Pendopo Wakil Bupati Lotim, Rabu (8/7).

Pada kesempatan ini, Hj Niken mengatakan dengan adanya Covid-19 menjadi tantangan, khususnya para pekerja seni dan seniman di seluruh Indonesia. Hal ini mempengaruhi beberapa aspek kehidupan, salah satunya pada aspek ekonomi. Oleh karena itu, dengan kondisi seperti saat ini tidak mematahkan semangat pekerja seni untuk tetap berkarya dan memberikan semangat kepada masyarakat. ‘’Para seniman tetap membuat sebuah karya atau lagu qasidah yang memberikan semangat kepada masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan dari pemerintah. Seperti mengikuti protokol kesehatan, memiliki jiwa optimisme dan pesan-pesan dakwah yang lain,’’ ujarnya.

Hj Niken meminta agar Lasqi Lotim berperan tidak hanya dalam qasidah tradisional saja, tetapi juga dapat berperan dalam qasidah kolaborasi yang melibatkan seni musik dan seni tari. Sehingga para seniman musik tradisional khas Lotim bisa dikreasikan dan menjadi sebuah pertunjukan yang unik dan khas bagi Lotim. ‘’Kita bisa menunjukkan kepada para wisatawan yang datang, bahwa inilah wisata halal itu termasuk pertunjukannya, tariannya, lagu-lagu bersifat dakwah dan tentu saja kita semua memiliki kekhasannya,’’ katanya.

Wakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim), H Rumaksi SJ menyampaikan hal serupa dengan Hj Niken, bahwa Lembaga Qasidah harus dibudayakan mengingat qasidah adalah seni yang bernafaskan Islam. Ia meminta kepada para pengurus Lasqi yang baru dilantik ini untuk melakukan regenerasi, sehingga bukan hanya orang tua namun anak-anak muda Lotim juga dapat berkontribusi dan mengenal seni qasidah. ‘’Supaya mata memandang senang, telinga mendengar indah. Itu yang kita inginkan supaya melatih putra-putri kita yang ada ini supaya ibu-ibu PKK mengintervensi anak-anak kita ini,’’ katanya.

Selain itu, ia juga menyampaikan agar masyarakat terbiasa hidup dalam Pandemi Covid-19 ini, namun harus waspada dengan tetap menggunakan protokol kesehatan dan makan-makanan yang bergizi. ‘’Sehingga kita tidak tertular dengar virus Corona,’’ ucapnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply