Proyek SPAM Tutuk-Jerowaru Masih Tanggung Jawab Rekanan

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Lotim, Makrifatullah (seragam dinas) saat meninjau SPAM Tutuk.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Setelah beberapa hari lalu sejumlah aktivis Lombok Timur bagian Selatan hearing ke DPRD Kabupaten Lotim dengan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Lotim selaku pemilik proyek terkait isu belum optimalnya penggunaan tower air bersih di Dusun Tutuk, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lotim, akhirnya ada kejelasan.

Di mana, kejelasan kondisi sarana air bersih untuk warga Lotim bagian Selatan di Kecamatan Jerowaru itu setelah pihak aktivis, Komisi IV DPRD Lotim, PDAM Lotim, Kabid Cipta Karya Dinás PUPR Lotim dan beberapa wartawan secara serentak turun langsung meninjau ke lokasi, pada Senin (27/7).

Arsa Ali Umar dan Karomi selaku aktivis mewakili suara rakyat wilayah Lotim bagian Selatan yang menyoroti sarana Sistem Penyedia Air Minum  (SPAM) dari tower Tutuk disebutnya hingga kini belum mengalir secara normal ke daerah sasaran (Desa Pemongkong dan Desa Sekaroh).

Apa yang ditudingkan langsung dibantah oleh Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Lotim, Makrifatullah. Ia mengatakan bahwa langkah ini sebagai respon pihaknya atas perhatian masyarakat terhadap keberadaan SPAM Tutuk. Kehadiran mata air Tutuk menjadi pengusap air mata dan pembasah dahaga bagi warga yang acap kali harus mengalami siklus kekeringan. ‘’Pekerjaan konstruksinya sudah selesai, tapi masih dalam tahap pemeliharaan,’’ kata Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Lotim, Makripatullah seraya menjelaskan, perbaikan masih menjadi tanggung jawab pihak ketiga.

Oleh karena itu, pihak Cipta Karya akan bersurat kepada rekanan untuk meminta perbaikan terhadap beberapa kekurangan hasil pekerjaan. Seperti masih adanya kebocoran pipa dan adanya pipa yang masih belum tertanam ke dalam tanah. ‘’Upaya kami selaku pejabat pembuat komitemen (PPK), kami akan bersurat ke penyedianya untuk diperbaiki. Mana item-item yang butuh pemerhatian, akan diperhatikan,’’ ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengecekan terhadap 95 Sambungan Rumah (SR) yang disuplai melalui jaringan SPAM Tutuk. Dan ditemukan fakta bahwa aliran air ke 95 SR yang dimaksud telah mengalir dengan lancar. ‘’Hanya itu saja. Kita sudah sama-sama mengecek di Pengoros dan Aro Inak, bahwa masyarakat sudah menikmati apa yang kita rencanakan. Sudah maksimal kita bekerja,’’ katanya.

Di tempat yang sama, rombongan Komisi IV DPRD Lotim dan lintas Komisi dari Dapil 2 DPRD Lotim, belum bisa memberikan pernyataan apa-apa dengan alasan belum tahu secara pasti perencanaan pembangunan proyek tower SPAM Tutuk bernilai Rp3,9 miliar itu. ‘’Kami belum bisa memberikan komentar apa-apa karena kami belum melihat dokumen perencanaannya. Kami bisa keliru menilai tanpa acuan yang jelas,’’ kata Anggota DPRD Lotim dari Fraksi PKB, Abrorni.

Senada dengan Abrorni, penegasan itu juga disampaikan oleh Wais Alqorni dari Fraksi PAN. Waes, sapaan akrabnya menyatakan, bahwa pihak Komisi IV DPRD Lotim akan bisa membandingkan perencanaan konstruksi dengan kondisi riil fisik tower. ‘’Betul apa yang sampaikan rekan kami Abrorni, kami tidak asal-asalan menilai tanpa dasar yang konkret,’’ kata Waes.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply