Gubernur NTB Audiensi dengan Menteri ATR/BPN

Suasana audiensi Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dengan Menteri ATR/BPN, Sofyan A Djalil, di Gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (13/8).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

JAKARTA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah yang didampingi oleh Asisten dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah melakukan audiensi dengan Menteri ATR/BPN, Sofyan A Djalil, di Gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (13/8). Selain Menteri, hadir dalam kegiatan audiensi tersebut, Asisten II Setda Provinsi NTB, H Ridwan Syah; Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Madani Mukarom; Kepala Dinas PMTPST Provinsi NTB, H Moh Rum; Kepala Bappeda Provinsi NTB, H Amry Rakhman; serta Dirjen Tata Ruang dan Direktur Perencanaan.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengatakan, kunjungan ini untuk melakukan audiensi terhadap percepatan pembahasan persetujuan substansi revisi RTRW Provinsi NTB 2019-2029 sebagai upaya mengakselerasi beberapa investasi di wilayah NTB, termasuk rencana KEK Teluk Santong. ‘’Kunjungan ini juga dilakukan pada beberapa kementerian terkait, seperti Kementerian LHK, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi,’’ katanya.

Hasil pertemuan tersebut yaitu Kementerian ATR/BPN mendukung sepenuhnya upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dalam mempercepat penyelesaian revisi RTRW dan segera melakukan persiapan pembahasan lintas sektor sebagai syarat pemberian persetujuan substansi. ‘’Kementerian ATR/BPN juga mendukung Pemprov NTB mempercepat investasi dengan tetap mengacu pada peraturan yang ada,’’ ujarnya sembari menjelaskan, ada beberapa persyaratan teknis yang akan segera disiapkan oleh Pemprov NTB dan Pemerintah Pusat untuk mendukung hal tersebut.

Sementara itu, Asisten II Setda Provinsi NTB, H Ridwan Syah mengatakan, penyesuaian tata ruang untuk kepentingan investasi di NTB sangat penting mengingat dinamika kebutuhan pembangunan di NTB ke depan sangat menjanjikan. Termasuk KEK Tanjung Santong sebagai KEK energi dan agro yang di dalamnya direncanakan akan dibangun kilang minyak kapasitas 300 ribu barrel/hari dan industri bio ethanol harus terakomodir dalam RTRW Provinsi NTB. ‘’Terima kasih Pak Menteri atas waktu dan perhatiannya pada kami di NTB,’’ katanya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply