Ditresnarkoba Polda NTB Ringkus Tiga Pelaku Pengedar Narkoba

Ini dia tiga pelaku pengedar narkoba bersama barang bukti 24 poket sabu yang berhasil diamankan Tim Gabungan Ditresnarkoba Polda NTB.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB, Senin (7/9), sekitar pukul 16.00 Wita, meringkus tiga pelaku pengedar narkoba dengan barang bukti 24 poket sabu, di Jalan Suela Abian Tubuh Selatan, Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Ketiga pelaku masing-masing inisial WS (50), IWS (43), dan PES (25) diringkus Tim 1 Opsnal dan Timsus yang dipimpin Kanit I Subdit III Resnarkoba Polda NTB, AKP I Made Yogi Purusa Utama.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, melalui siaran persnya, Selasa (8/9) mengungkapkan bahwa untuk mengelabui petugas, pelaku menyimpan barang bukti (BB) yang diduga narkoba jenis sabu di tempat lain.

‘’Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan kepala lingkungan dan beberapa warga setempat, pada tas warna hitam milik pelaku inisial WS ditemukan satu poket narkoba jenis sabu. Namun, setelah dilakukan penggeledahan ke bagian rumah yang lain, 23 poket sabu berhasil ditemukan di dalam lemari ibu pelaku,’’ kata Kabid Humas.

Disebutkan, ketiga pelaku yang diciduk di rumah salah satu pelaku di wilayah Kecamatan Sandubaya tersebut, dua merupakan warga RT/RW 001 Abian Tubuh Selatan, Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Sedangkan satu lainnya merupakan warga Kabupaten Lombok Barat (Lobar). ‘’Pelaku inisial IWS beralamatkan di Jalan Gandari Kecamatan Narmada, Kabupaten Lobar,’’ ucapnya.

Lebih lanjut Kabid Humas menyampaikan, sesuai keterangan dari Kanit I Subdit III Ditresnarkoba bahwa selain 24 poket sabu dengan berat bruto 25 gram, turut diamankan barang bukti (BB) pendukung berupa uang tunai Rp2.065.000 dari pelaku inisial IWS dan WS, bong, pipa kaca, korek api gas, sedotan yang telah dimodifikasi masing-masing satu buah, dan dua unit handphone masing merek Samsung dan Android.

Ketiga pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2), dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply