15 Kecamatan di Lotim Terancam Kekeringan

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat menggelar Rapat Koordinasi bersama Kepala OPD, Camat, PDAM, PMI, dan TNI/Polri, di Ruang Rapat Bupati Lotim, Jumat (11/9).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Tampaknya salah satu di antara tiga cita-cita SUKMA ‘’air mengalir sepanjang musim’’, belum bisa diwujudkan. Terbukti, hingga memasuki tahun ketiga kepemimpinannya, ancaman kekeringan menghantui sebagian wilayah Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Menghadapi bencana kekeringan yang terjadi, Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy meminta semua pihak berpartisipasi untuk bersama-sama mengatasinya. Kaitan dengan itu, Bupati Sukiman menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kepala OPD, Camat, PDAM, PMI, dan TNI/Polri. Rapat berlangsung Jumat (11/9), di Ruang Rapat Bupati Lotim.

Berdasarkan data siaga darurat kekeringan BPBD Kabupaten Lotim tahun 2020 ini, dari 21 kecamatan 15 di antaranya berpotensi mengalami bencana kekeringan. Dari jumlah tersebut 9 kecamatan dengan 28 desa terdampak parah. BPBD Kabupaten Lotim sejak 3 Agustus telah mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah tersebut dengan memanfaatkan empat unit armada tangki yang dimilikinya. Hingga 10 September kemarin, sebanyak 980 liter air bersih telah didistribusikan.

Mengingat jarak tempuh beberapa wilayah yang cukup jauh sehingga menyebabkan kurang optimalnya penanganan, maka Bupati Sukiman memerintahkan sejumlah armada diposisikan di kecamatan terjauh seperti di Kecamatan Jerowaru, Keruak, Sambelia, dan Suela. Sementara armada yang tersisa akan menangani kecamatan lainnya.

Karena adanya dampak kebakaran hutan dan lahan yang menyertai kekeringan ini, Bupati Sukiman juga meminta tambahan satu unit kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) ditempatkan di wilayah Sambelia. Armada tersebut pada Senin (14/9) pekan depan sudah harus ada di masing-masing kecamatan yan telah disebutkan.

Selain armada milik BPBD Kabupaten Lotim, armada milik Dinas Sosial, PMI, PDAM, dan Polres Lotim juga diturunkan, dengan tambahan armada dari BPBD Provinsi NTB.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply