Postur APBD Perubahan Lotim Berkurang, PAD Meningkat

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Terjadi perubahan pada postur APBD tahun 2020 yang dituangkan dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Lombok Timur Tahun Anggaran 2020. Perubahan tersebut mencakup rencana pendapatan daerah sebesar Rp2,579 triliun atau mengalami pengurangan sebesar Rp150 miliar lebih dari anggaran sebelum perubahan sebesar Rp2,730 triliun, atau turun sebesar 5,52%.

Sedangkan dari sisi Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp2,663 triliun, juga mengalami pengurangan sebesar Rp132,888 miliar atau turun 4,75% dari anggaran sebelum perubahan sebesar Rp2, 796 triliun.

Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lotim dengan agenda Penyampaian Penjelasan Kepala Daerah terhadap Raperda Perubahan APBD 2020 yang berlangsung Jumat (11/9) itu merinci pada pos Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp342,112 miliar, meningkat Rp19,171 miliar atau 5,94% dari  jumlah PAD sebelum perubahan.

Peningkatan PAD lebih dipengaruhi optimalnya pelayanan di bidang kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soedjono Selong dan Puskesmas. Sementara Dana Perimbangan pada perubahan tahun ini direncanakan sebesar Rp1,640 triliun lebih, atau mengalami pengurangan cukup signifikan sebesar Rp178,394 miliar lebih.

Pengurangan tersebut menyesuaikan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 35/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020. Sedangkan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah direncanakan Rp597,541 miliar lebih, meningkat sebesar Rp8,518 miliar lebih dari jumlah anggaran sebelum perubahan.

Peningkatan tersebut bersumber dari dana jaminan kesehatan nasional, pendapatan BLUD Puskesmas dan pendapatan RSUD dr R Soedjono Selong.

Dijelaskan pula komposisi Belanja Daerah pada Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 meliputi Belanja Tidak Langsung sebesar Rp1,516 triliun lebih, berkurang sebesar Rp62 miliar lebih atau 3,94% dari jumlah sebelumnya. Dari sisi Belanja Langsung direncanakan Rp1,147 triliun lebih, berkurang sebesar Rp70,758 miliar lebih atau turun 5,81% dari jumlah anggaran sebelumnya.

Pengurangan belanja langsung ini, jelas Bupati Sukiman sebagai dampak dari penyesuaian Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 dalam Rangka Penanganan  Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional. Kondisi tersebut berakibat pada penurunan belanja di semua OPD Kabupaten Lotim.

Sementara itu, pada pos penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp91,18 miliar lebih atau bertambah Rp15,816 miliar lebih dari estimasi penerimaan sebelum perubahan sebesar Rp75 miliar lebih atau naik 21,03%. Pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar RP7 miliar berkurang Rp2 miliar lebih dari estimasi penerimaan sebelum perubahan sebesar Rp9 miliar atau turun 22%.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply