Gubernur NTB: Inovasi Adalah Salah Satu Kebutuhan Menyongsong Masa Depan

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada acara wisuda Program Pascasarjana Magister Manajemen Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Sabtu (12/9).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

SUMBAWA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Program Pascasarjana Magister Manajemen Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) untuk pertama kalinya melaksanakan wisuda, pada Sabtu (12/9). Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah yang hadir pada acara wisuda tersebut mengatakan bahwa inovasi adalah salah satu kebutuhan dalam menyongsong masa depan.

‘’Kita butuh inovasi. Inovasi itu adalah kebutuhan akibat perubahan zaman, perubahan lingkungan terutama inovasi teknologi. Mau inovasi atau ketinggalan, inovasi atau mati, untuk survive, untuk mampu bersaing di masa depan, kita butuh inovasi,’’ kata Gubernur.

Sebagai pencetus dari program ini, Gubernur mengukapkan bahwa program Magister Inovasi ini dibuat bukan dengan tujuan yang biasa, namun memiliki tujuan yang besar. Magister Management Inovasi ini adalah program Pascasarjana satu-satunya di Indonesia.

Ia mencontohkan inovasi dalam bisnis yang memiliki tiga indikator, yaitu perubahan produk menjadi lebih baik, proses produksi yang lebih efisien baik waktu maupun biaya dan yang terakhir yakni pelayanan yang lebih baik. ‘’Untuk memiliki produk yang lebih baik, proses yang lebih baik atau melayani pasar yang lebih baik, butuh inovasi teknologi,’’ ujarnya.

Gubernur menuturkan bahwa inovasi bukan sebuah hal yang gampang. Inovasi butuh waktu yang lama dan butuh biaya yang tidak sedikit, walaupun perubahan yang terlihat sangat kecil. ‘’Inovasi itu butuh waktu, tidak tiba-tiba, butuh keteladanan, butuh pemaksaan dan lain sebagainya, jalannya panjang, berliku dan mendaki,’’ ucapnya.

Di samping itu, Gubernur lulusan Harvard University ini mengingatkan kepada para wisudawan/wisudawati bahwa inovasi itu berbeda-beda di setiap tempat. Oleh karena itu, Gubernur meminta kepada lulusan Pascasarjana ini untuk meningkatkan kemampuan di masing-masing tempat. ‘’Setiap industri, setiap sektor punya inovasi yang berbeda. Bukan berarti anda jadi Magister Inovasi, anda jadi ahli inovasi yang sama, minimal general teorinya sama, tetapi inoasi di setiap sektor itu punya cara yang berbeda-beda,’’ jelasnya.

Inovasi, lanjutannya, tidak hadir dalam suatu kevakuman. Inovasi dipengaruhi oleh banyak faktor. Hal ini yang disebut dengan sistem inovasi, yang mana di dalamnya ada unsur pemerintah, industri, kampus, sekolah dan lembaga penelitian. Oleh sebab itu, inovasi butuh manajemen yang harus dipelajari. ‘’Karena itu, inovasi harus diatur dikelola dengan baik, dan cara mengelola inovasi yang rumit inilah yang dipelajari dalam manajemen inovasi ini,’’ ungkapkapnya.

Proses manajemen inovasi adalah sebuah proses besar dalam merencanakan inovasi itu, mengumpulkan semua sumber daya yang ada, mengarahkan agar inovasi itu menjadi nyata, dan pada akhirnya mengevaluasi agar inovasi yang direncanakan berbuah manis di ujungnya. ‘’Kita berharap mudah-mudahan makin lama  dan mudah-mudahan di masa yang akan datang, program Magister Manajemen Inovasi bukan hanya mendatangkan peserta didik dari Indonesia, tetapi juga mendatangkan peserta didik dari luar negeri,’’ harapnya.

Sementara itu, Rektor UTS, Khairul Hudaya, Ph.D mengungkapkan bahwa hari ini UTS untuk pertama kalinya mewisuda 36 wisudawan dan wisudawati Pascasarjana Magister Manajemen Inovasi. Adapun jumlah total yang telah diwisuda sejak tahun 2017 adalah 1.142 orang. UTS juga membuka pendaftaran mahasiswa dari luar negeri dan ada 176 mahasiswa baru dari 86 negara berbeda yang sudah mendaftar.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply