Roadshow Terakhir di Lombok, TP PKK NTB Bagi-bagi Masker Sekaligus Launching Posyandu Keluarga

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati saat memberikan bantuan secara simbolis kepada Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Utara, Hj Rohani Najmul Akhyar.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

LOMBOK UTARA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Tim Penggerak PKK Provinsi NTB melanjutkan rangkaian kegiatan roadshow Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker) ke Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi daerah terakhir di Pulau Lombok yang dikunjungi PKK dalam rangka Gebrak Masker. Sebelumnya, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sudah dikunjungi PKK dalam sosialisasi dan pencegahan dampak Pandemi Covid-19 ini.

Tak hanya itu, kunjungan TP PKK Provinsi NTB kali ini juga turut dirangkaikan dengan Launching Posyandu Keluarga yang berlangsung di Dusun Sira, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sabtu (12/9).

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati dalam kesempatan tersebut menjelaskan terkait peran dan tugas utama PKK yakni membantu menyukseskan program pemerintah. Untuk itu, semangat dan sinergi dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan hal tersebut.

Terlebih di masa pandemi saat ini, PKK tak henti-hentinya melakukan sosialisasi ke desa-desa guna mencegah dampak Covid-19 yang lebih buruk lagi. ‘’PKK Provinsi NTB selain memberikan bantuan sosial, juga mengarahkan beberapa kegiatan prioritas PKK yang langsung difokuskan untuk menghadapi efek dari Pandemi Covid-19,’’ kata Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati.

Hj Niken juga menyadari bahwa dampak Covid-19 bukan hanya pada masalah kesehatan saja, melainkan berdampak pada aspek sosial dan ekonomi. Keberadaan Kelompok Kerja (Pokja) PKK kemudian dinilai berperan penting dalam mengatasi dan mengurangi dampak pandemi karena memiliki tugas dan fokus tersendiri.

Adapun tugas Pokja yang dijabarkan Hj Niken di antaranya, Pokja I berfokus menangani masalah anak-anak dan remaja yang saat ini harus mengikuti kegiatan belajar dari rumah secara daring. Kegiatan seperti ini tentu saja mempunyai risiko yang buruk apabila tidak diawasi dengan baik oleh orang tua. ‘’Di sini Tim Penggerak PKK bisa membantu mengarahkan ibu-ibu yang ada di desa dan di sekelilingnya bagaimana cara menjadi orang tua yang baik di masa Pandemi Covid-19 ini,’’ ujarnya.

Ada pula Pokja II yang disebutnya memiliki tugas menyukseskan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Hal ini begitu gencar dilakukan guna meminimalisir dampak ekonomi yang menerpa selama pandemi. Kemudian Pokja III, yang dalam hal ini bertugas mensosialisasikan pengolahan sampah dari rumah serta budidaya tanaman di halaman rumah. Terakhir Pokja IV yang mendukung kegiatan Posyandu agar mampu berjalan dengan baik di masa pandemi dengan mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. ‘’Jika Posyandu tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar, itu merupakan bantuan dari ibu-ibu Tim Penggerak PKK yang mengajak keluarga-keluarga untuk memastikan keluarga yang lainnya hadir di Posyandu,’’ ungkapnya.

Dalam kegiatan roadshow PKK kali ini, Hj Niken menuturkan bahwa PKK memberikan bantuan berupa sembako bagi kader Dasawisma, bantuan suplemen bagi tenaga kesehatan hingga bantuan ternak unggas. Bantuan tersebut diharapkan dapat memotivasi dan menyemangati kader Posyandu serta Dasawisma dan tenaga kesehatan yang ada di Lombok Utara. ‘’Pekan depan kami akan pergi ke Sumbawa dengan tujuan yang sama. Mudah-mudahan di Lombok Utara kader-kader baik kabupaten, kecamatan, maupun desa agar semuanya bersemangat kembali dan mendukung pemerintah dalam melawan Covid-19,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Utara, Hj Rohani Najmul Akhyar mengucapkan terima kasih atas kunjungan TP PKK Provinsi NTB yang disebutnya sangat memperhatikan PKK yang ada di kabupaten/kota.

Hj Rohani kemudian menjelaskan, saat ini Lombok Utara memiliki 420 Posyandu dengan jumlah kader sebanyak 21.000 kader. Harapanya, seluruh Posyandu yang ada pada tahun 2020 ini dapat menjadi Posyandu Keluarga. ‘’Dari jumlah 420 Posyandu yang ada, hanya 72 yang baru bisa dijadikan Posyandu Keluarga. Namun, setelah kami turun ke lapangan, Posyandu-Posyandu yang belum dijadikan Posyandu Keluarga ternyata kegiatan-kegiatannya sudah mendekati seperti yang diinginkan oleh Posyandu Keluarga,’’ katanya.

Hj Rohani menjelaskan bahwa Posyandu-Posyandu tersebut telah terintegrasi dengan hadirnya pengolahan sampah, taman baca hingga Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). ‘’Kawan-kawan UMKM dari Desa Sigar Penjalin selalu semangat membangun ekonomi kerakyatan walaupun pada saat Pandemi Covid-19 ini,’’ ujarnya.

Hj Rohani pun berharap agar kekompakan seluruh jajaran PKK dapat terus ditingkatkan, sehingga mampu menyukseskan seluruh program yang ada. Hj Rohani optimis semua ikhtiar yang telah dilakukan selama ini akan membuahkan hasil yang baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kegiatan PKK dalam membangun keluarga demi kemajuan daerah juga turut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah. Wagub yang secara resmi melaunching Posyandu Keluarga di Lombok Utara hari ini begitu terkesan dengan peran PKK di dalam setiap program-programnya. ‘’Jangan pernah remehkan apa yang dilakukan oleh PKK dan jajarannya, karena jika kita berbicara pembangunan NTB, maka pembangunan kesehatan menjadi pondasi utama. Pengalaman saat ini membuka mata kita betapa kesehatan itu menjadi nomor satu di hidup kita,’’ kata Wagub.

Wagub kemudian meyakini apabila seluruh program PKK serius dilakukan, maka akan menjadi pondasi yang amat kuat bagi NTB. Dengan hal ini, NTB Gemilang yang dicita-citakan semua orang dijamin akan mampu diwujudkan. ‘’Kita tidak bisa bekerja sendiri, tapi Insya Allah kalau seluruh kabupaten/kota sanggup bersama-sama kita bersinergi, maka tidak ada yang tidak bisa kita lakukan,’’ ujarnya.

Kegiatan ini turut hadiri sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Utara, Kepala Desa se-Lombok Utara serta Kader PKK se-Lombok Utara. Ada pula pameran serta pelayanan keliling yang diinisiasi oleh OPD terkait bekerjasama dengan TP PKK Provinsi NTB, antara lain Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal Sumber Karbohidrat Non Beras oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Pelayanan KB MKPJ oleh BKKBN dan juga Perpustakaan Keliling.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply