Obsesi Kabid Pengairan Dinas PUPR Lotim Mewujudkan Mimpi SUKMA

Kabid Pengairan Di as PUPR Kabupaten Lotim, Sosiawan Putraji.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy dan Wakil Bupati, H Rumaksi (SUKMA) tak akan mangkir dari janji politik selama kepemimpinannya. Cita-cita yang selalu menjadi ungkapan Bupati Sukiman dalam berbagai kesempatan adalah “Jalan mulus sepanjang ruas, lampu menyala sepanjang waktu dan air mengalir sepanjang musim”.

Mewujudkan tiga cita-cita besar ini, Bupati dan Wabup telah melakukan berbagai langkah strategis. Namun demikian tak cukup hanya orang nomor satu dan dua saja yang harus peras otak, dituntut kreativitas dan inovasi semua perangkat kerja agar mampu mentranslit pikiran pimpinan yang diimplementasikan melalui rencana kerja yang selaras dengan konsep percepatan pembangunan infrastruktur.

Salah satu bidang perangkat kerja daerah yang kini tengah berjuang mewujudkan salah satu dari tiga cita SUKMA adalah Bidang Pengairan Dinas PUPR Lotim. Bidang Pengairan adalah salah satu bidang yang harus kerja ekstra merencanakan dan membangun infrastruktur pengairan (irigasi dan embung).

“Menjadi kewajiban dan tanggung jawab kami di bidang pengairan untuk mewujudkan apa yang telah dicita-citakan Bupati dan Wakil Bupati. Dan kecuali itu sebagai jawaban atas kepercayaan pimpinan memberikan amanat jabatan mengelola sarana pengairan di Lombok Timur,” ungkap Kabid Pengairan Di as PUPR Kabupaten Lotim, Sosiawan Putraji, kepada Lomboktoday.co.id, di ruang kerjanya, Kamis (17/9).

Selain irigasi dan Dam yang telah dibangun dalam 2 tahun terakhir, Sosiawan Putraji memaparkan beberapa sarana irigasi dan Check Dam yang tengah dirancang dalam tahun 2020 ini yang diharapkan dapat direalisasikan tahun anggaran 2021 mendatang.

Di antaranya kata Kabid, untuk wilayah hulu direncanakan pembangunan Check Dam Prian dan Pringgejurang serta Embung Menceh. Untuk irigasi, direncanakan pembangunan Suplesi Jaringan DAS Kali Maronggek, Kali Tojang dan Kali Gading sepanjang 17 Km.

Selain beberapa rencana pembangunan sarana pengairan wilayah utara, juga masih menjadi prioritas wilayah selatan. Di antaranya kata Sosiawan Putraji, pembangunan suplesi jaringan irigasi dari Bendungan Pandanduri.

Konsep jalur dropping air Pandanduri akan dialirkan ke BB Leong 3 menuju Embung Pelapak menggunakan Talang. Kemudian saluran mengalir ke Batu Basong dan turun ke BB Pesaut yang direncanakan menggunakan sistem saluran Box Culvert. Untuk titik akhir penampungan cadangan air dari jalur dropping, akan dibangun Embung Jero Puri.

Dari seluruh perencanaan pembangunan tambahan sarana embung dan irigasi wilayah selatan ini, Kabid Pengairan meyakini akan mampu menjawab jeritan petani selatan akan kesulitan air lahan pertanian. Estimasi anggaran yang dibutuhkan berkisar Rp20 miliar.

Dalam tahun anggaran 2020 ini pembangunan sarana pengairan yang sedang berjalan dengan pola multiyears untuk wilayah utara; Kokok Maronggek, Kokok Tojang, Kokok Gading, Kokok Kermit, Embung Menceh. Tahap pengerjaanya sudah mencapai 52 %.

Tak hanya itu, juga sedang dikerjakan percepatan pembangunan rehab jaringan irigasi yang juga pola multiyears yakni 4 paket rehabilitasi D.I Batu Malang, D.I Tundak, D.I Kopong dan D.I Embung Petak yang keseluruhan biaya bersumber DAK cadangan 2020.

Kemudian, 3 paket pekerjaan rehab irigasi dengan dana yang bersumber dari dana hibbah Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (IPDMIP) tahun 2020 yakni D.I Jogok, D.I Penendem, D.I Lokak Bau.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply