Pemerintah Ajak Masyarakat Bijak Berinternet di Tengah Pandemi Covid-19

Kadis Kominfotik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi saat menerima silaturahim Tim ‘’Bakti Untuk Negeri, Ekspedisi Nusa Tenggara 2020’’ Metro TV, di ruang kerjanya, Senin (28/9).

Oleh: Abdul Rasyid Z. / Lalu Mandra Setiawan

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Peran teknologi dan informasi di masa Pandemi Covid-19 sangat besar dampaknya untuk masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, keberadaannya harus benar-benar dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif dan positif.

‘’Pergunakan internet untuk meningkatkan kemampuan pribadi dalam berinovasi sehingga menghasilkan hal yang positif,’’ kata Kepada Dinas Kominfotik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi saat menerima silaturahim Tim ‘’Bakti Untuk Negeri, Ekspedisi Nusa Tenggara 2020’’ Metro TV, di ruang kerjanya, Senin (28/9).

Menurut Pak De, sapaan akrab Kadis Kominfotik NTB, bahwa perkembangan teknologi internet di era keterbukaan informasi ini, menjadikan masyarakat memiliki akses informasi di mana dan kapan saja. Sehingga tidak dapat dipungkiri akan ada dampak positif dan dampak negatif bagi masyarakat. Karenanya, memanfaatkannya juga perlu memiliki batasan agar bijak dalam berinternet.

Pemanfaatan teknologi internet dalam hal yang positif, misalnya untuk dunia pendidikan, lingkungan, pariwisata, industri, dan berbagai manfaat lainnya. Contohnya lanjut Pak De, di NTB sejak dilanda Covid-19, praktis sektor pariwisata lumpuh total. Tetapi beberapa desa wisata masih mampu mempromosikan aktivitas wisata desanya melalui internet.

Mantan Irbansus pada Inspektorat Provinsi NTB tersebut mencontohkan, beberapa pemuda yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Wisata Kembang Kuning di Lombok Timur (Lotim) mampu berproduktif dan berinovasi dengan memanfaatkan internet sebagai media untuk mempromosikan aktivitas wisata di desa yang berada di kaki Gunung Rinjani. ‘’Ini dampak positif penggunaan internet di tengah keterbatasan karena Covid-19 ini,’’ ujarnya.

Begitupun pada sektor lain lanjutnya, pemanfaatan internet untuk menggerakan geliat ekonomi dengan membangun aplikasi NTB Mall atau Mahadesa dilakukan oleh Pemrov NTB sebagai media promosi dan pemasaran keseluruh dunia. Tidak mau ketinggalan manfaat internet juga merambah kalangan remaja dan anak muda yang memiliki kreativitas dan inovasi di bidang TIK. Memanfaatkan internet secara mandiri membangun platform market place untuk memasarkan produk karya UMKM di desa-desa.

Pada sektor pendidikan juga, keberadaan infrastruktur dan jaringan telekomunikasi dengan memanfaatkan internet di tengah batasan untuk berkumpul, dunia pendidikan juga memanfaatkan internet untuk belajar dalam jaringan (daring). Termasuk memberikan bahan ajar melalui internet untuk siswa-siswi yang sedang berada di rumah.

Selain itu, Pemerintah Daerah bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo RI terus berikhtiar memberikan pelayanan telekomunikasi di seluruh wilayah NTB. Saat ini pemerintah terus memasang perangkat jaringan internet WiFi di berbagai titik di pelosok NTB. Sebagai upaya memudahkan masyarakat untuk terbiasa menggunakan internet. ‘’Pada ruang publik, seperti di Islamic Center, area umun di Kabupaten/Kota Pulau Sumbawa dan Lombok yang merupakan wilayah publik telah dipasang WiFi,’’ tuturnya.

Keberadaan dan kemudahan berinternet untuk masyarakat pada hampir disemua wilayah NTB harus terus diawasi dengan memberikan edukasi dan membangun kesadaran agar tidak menggunakannya untuk yang negatif. Kadis Kominfotik mencontohkan, menyebarkan informasi yang tidak benar (hoax), mengadu domba dan diskriminatif. ‘’Masyarakat kita perlu terus diedukasi terutama pengguna media sosial untuk bijak berinternet dan bermedia social,’’ tegasnya.

Pemerintah memiliki kewajiban dalam mendidik masyarakat dengan informasi yang mencerahkan, menginspirasi dan pemberdayaan sehingga masyarakat memiliki bekal pengetahun yang cukup dalam menghadapi derasnya arus komunikasi dan informasi dimasyarakat. ‘’Makanya melek media dan literasi digital terus kita gaungkan, karena leading sektornya Diskominfotik NTB,’’ ucapnya.

Mantan Kabag Humas Pemkab Bima ini berharap, ke depan infrastruktur telekomunikasi di NTB terus dibangun pada area blankspot. Sehingga seluruh wilayah di NTB dapat menikmati jaringan telekomunikasi dan internet. Ia juga kembali menegaskan agar masyarakat terus diberikan pelatihan agar memiliki skill tentang menggunanakan internet. Termasuk diberikan edukasi sehingga terbangun kesadarannya untuk memanfaatkan internet dengan baik dan produktif ditengah Covid-19, demi tercapainya visi misi NTB Gemilang yang dikomandai Gubernur NTB, H Zulkieflumansyah dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Sementara itu, produser acara ‘’Bakti Untuk Negeri Ekspedisi Nusa Tenggara 2020’’, Nando menjelaskan bahwa acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Kominfo RI melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) dengan Media Group News (Metro TV) untuk melihat perkembangan akses internet dan pemanfaatan teknologi internet di dalam semua sektor dan bidang melalui perjalanan darat di Nusa Tenggara Barat (NTB). ‘’Ekspedisi ini berlangsung selama 35 hari, bertajuk ‘’Bakti Untuk Negeri’’ mengekpose capaian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dan manfaat internet yang digunakan oleh masyarakat, apalagi di masa Pandemi Covid-19 ini,’’ kata Nando.

Sehingga ke depannya, harap Nando dapat dipetakkan wilayah yang belum terjangkau internet dan akan dibangun akses internet, baik itu di kantor desa, sekolah, dan Puskesmas dan area publik yang belum terjangkau internet. Program ‘’Bakti Untuk Negeri’’ ini sudah ditayangkan di Metro TV setiap hari Sabtu, pukul 13.05 Wita. Menayangkan kehidupan masyarakat di NTB, khususnya 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) yang sudah terjamah teknologi. Konten yang ditayangpun berfariatif, ada konten wisata, ekonomi, pendidikan, lingkungan dan konten lainnya. Ada dua tim dalam program bernama ‘’Bakti Untuk Negeri: Ekspedisi Nusa Tenggara’’ yaitu, Tim 1 di NTB kegiatannya dimulai dari Mataram dan berakhir di Labuhan Bajo. Tim 2, yang berpusat di NTT, dimulai dari Atambua dan berakhir di Labuhan Bajo.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply