Akhirnya, Kades Kembang Are Sampe Cabut SK Pemecatan Perangkatnya

Kepala Bidang PKD Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Lotim, Lukmanulhakim.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Setelah menjadi polemik sejak 3 bulan lalu terkait kebijakan Kepala Desa Kembang Are Sampe, Kecamatan Sakra Barat, yang memecat 2 orang Kaur, 1 orang Kasi dan 3 orang Kawilnya, akhirnya Kades Awaluddin mencabut kembali keputusannya.

Kepastian pencabutan SK pemecatan oleh Kades Awaluddin itu disampaikan oleh Kabid PKD Dinas PMD Lotim, Lukmanulhakim kepada Lomboktoday.co.id, saat ditemui di kantornya, Selasa (6/10).

Lukmanulhakim mengaku mengetahui Kades mencabut SK pemberhentian Perangkat Desa Kembang Are Sampe melalui SK bernomor 24 tahun 2020 sebagai SK pembatalan atas SK nomor 22 tahun 2020 yang dikirim oleh Kepala Desa bersangkutan kepada Dinas PMD Kabupaten Lotim.

Pada SK Kepala Desa Kembang Are Sampe, tercantum nama-nama perangkat desa yang dibatalkan SK pemberhentiannya. Di antaranya; Abdul Hanan (Kasi Pemerintahan), Sahidi (Kaur Pemerintahan), Sahidan (Kaur TU dan Umum), Moh Ali (Kawil Repok Are), Mursal (Kawil Batu Tandak), Subarman (Kawil Gerepek Santek).

Disebutkan, keputusan Kades Awaluddin yang mencabut kembali SK pemberhentian tersebut, setelah pihak Dinas PMD Lotim mengirim surat teguran kepada Kepala Desa. Prosedur pemberhentian perangkat yang dilakukan Awaluddin dinyatakan cacat prosedur tanpa pernah memberikan surat peringatan (SP) terhadap stafnya jika terbukti ada pelanggaran.

‘’Setelah kami interogasi terhadap Kepala Desa Awaluddin, ternyata tidak pernah ada SP terhadap dugaan pelanggaran yang dituduhkan kepada stafnya. Tiba-tiba Kades langsung mengeluarkan SK pemberhentian. Atas dasar itulah kami melayangkan surat teguran,’’ ujarnya.

Seyogyanya kata Lukman, jika ada pelanggaran, harus diberikan surat peringatan dan SP tersebut harus dilampirkan bukti atas pelanggaran yang diperbuat oleh bawahan.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply