Pemprov NTB Ajak Generasi Muda Kenal Rinjani Sejak Dini

Suasana pembukaan kegiatan Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional atau International Day for Disaster Risk Reduction (IDDR) 2020 in Rinjani-Lombok UGGp, di Hotel Aruna Senggigi, Kabupaten Lobar, Senin (12/10).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

LOBAR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gunung Rinjani sebagai akar dan tiang penyangga Pulau Lombok, harus terus dijaga dan dirawat kelestariannya. Salah satu caranya dengan memperkenalkan sejak dini tentang sejarah dan keberadaannya kepada generasi muda.

‘’Gunung Rinjani karunia Allah SWT harus tetap dipelihara, baik oleh kita saat ini maupun oleh anak-anak kita sebagai generasi penerus dimasa yang akan datang,’’ kata Kepala Bappeda Provinsi NTB, H Amri Rahman mewakili Sekda NTB, HL Gita Ariadi, saat membuka kegiatan Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional atau International Day for Disaster Risk Reduction (IDDR) 2020 in Rinjani-Lombok UGGp, di Hotel Aruna Senggigi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Senin (12/10).

Oleh karenanya, Amri mengingatkan bahwa generasi muda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan ini, sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus dibangun kesadaran dan kecintaannya terhadap aset sumber daya alam kebanggan NTB. Apalagi saat ini Gunung Rinjani juga telah ditetapkan UNESCO sebagai aset geopark dunia, sehingga Gunung Rinjani bukan saja milik masyarakat NTB tapi sudah menjadi milik masyarakat dunia.

Terkait dengan potensi sumber daya kehidupan dan kerawanan bencana, Amri juga menekankan pentingnya menjaga Geopark Rinjani yang menyimpan begitu banyak sumber daya dan kekayaan alam, seperti sumber mata air, tempat tinggal flora dan fauna, mineral dan masih banyak kekayaan hayati lain yang mampu menopang ekonomi, pariwisata, pendidikan dan sektor lainnya. ‘’Apabila ekosistem dan lingkungannya rusak, maka wilayah dan daerah di sekitar akan terkena gangguan dan dampak bahkan menimbulkan resiko bencana,’’ ujarnya.

Amri juga mengapresiasi kegiatan yang dirangkaikan dengan Lomba Story Telling dan Puisi Tentang Kebencanaan ini. Amri berharap melalui lomba ini dapat menuai minat dan kecintaan generasi muda sejak awal untuk mengetahui betapa pentingnya menjaga alam yang akan menjaga manusia.

Sementara itu, Perwakilan Komisi Unesco untuk Indonesia pada Biro Kerjasama Kemendikbud RI, Endru mengapresiasi kegiatan tentang edukasi mitigasi bencana untuk siswa SD dan SMP.  Diakuinya memberikan edukasi itu harus diperkenalkan dengan cara bermain, nyaman, dan ceria. ‘’Kampanye tentang mitigasi bencana melalui story telling dan puisi bagi generasi muda sangat efektif, sehingga kecintaan mereka tumbuh,’’ kata Endru.

Konsep dan pola ini sangat bagus. Apalagi kata Endru, Komitmen Pemda untuk mendukung Geopark Rinjani luar biasa dalam menjaga aset dan kekayaan alam ini. Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Rinjani (TNGR), Dedy Asriady. Ia mengingatkan pentingnya memperkenalkan Gunung Rinjani sebagai salah satu Geopark dunia kepada anak-anak sejak dini. Dengan upaya ini diharapkan dapat tertanam kecintaan akan warisan dunia ini kepada generasi muda. ‘’Ini energi baru bagi kita,’’ ucapnya.

The Hybrid Event IDDR 2020 in Rinjani-Lombok bekerjasama dengan Lushan UNESCO Global Geopark di Tiongkok sebagai penyelenggara. Berbagai agenda dalam event ini, di antaranya; webiner tentang Recovery Indonesia pasca Pandemi Covid-19 dan promosi pariwisata dengan menerapkan prosedur Cleanliness, Healty & Safety Environment (CHSE). Event ini juga bermitra dengan Pemrov NTB, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Jaringan Geopark Indonesia dan Asia Pasific, komunitas dan mitra lain. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut terhadap Deklarasi Geopark se-Asia Pasifik dalam penutupan the 6th APGN Symposium tahun 2019.

Turut hadir dalam kegiatan ini, perwakilan OPD lingkup Pemrov NTB dan sejumlah peserta tingkat SD dan SMP se-NTB yang  telah lolos seleksi dan penilaian dari mengupload karya video dan puisi tentang kebencanaan di media sosial. Peserta yang mengikuti lomba story telling dan puisi tentang kebencanaan awalnya diikuti oleh 400 orang dari siswa-siswi SD dan SMP se-Pulau Lombok dan Sumbawa. Kemudian diseleksi menjadi 18 orang mengikuti rangkaian kegiatan.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply