Pempus dan Pemprov NTB Bersinergi Sukseskan Program 1.000 Desa Sapi

70
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat mendampingi Direktur Pakan Kementerian Pertanian, drh Makmun Junaidi turun meninjau langsung lokasi 1.000 Desa Sapi dan lokasi pembangunan Bank Pakan di Dusun Serenang dan Dusun Beremi, Kabupaten Loteng.
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat mendampingi Direktur Pakan Kementerian Pertanian, drh Makmun Junaidi turun meninjau langsung lokasi 1.000 Desa Sapi dan lokasi pembangunan Bank Pakan di Dusun Serenang dan Dusun Beremi, Kabupaten Loteng.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Mengawali pagi, Selasa (13/10), Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menyambut kedatangan Direktur Pakan Kementerian Pertanian, drh Makmun Junaidi, di Bandara Internasional ZAM Lombok. Makmun saat itu tiba di Bandara Internasional ZAM sekitar pukul 07.30 Wita, setelah melalui penerbangan menggunakan maskapai Lion JT 178 dari Surabaya.

Tak berselang lama, Makmun menerima jamuan yang telah disediakan Pemprov NTB. Setelahnya, sembari bercakap-cakap ringan, Gubernur beserta Makmun dan rombongan meninggalkan Bandara dan langsung menuju Dusun Serenang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Loteng, untuk mengikuti agenda selanjutnya.

Kedatangan Makmun ke NTB dalam rangka meninjau langsung lokasi 1.000 Desa Sapi dan lokasi pembangunan Bank Pakan di Dusun Serenang dan Dusun Beremi, Kabupaten Loteng.

Atas nama Pemprov NTB, Gubernur menyambut baik program 1.000 Desa Sapi dari Kementerian Pertanian (Kementan). Gubernur mengaku senang melihat ketersediaan dan kesiapan pakan yang ada di Kecamatan Pujut. Tidak hanya itu, Gubernur menilai desa-desa yang terdapat di Kecamatan Pujut siap menerima bantuan 1.000 sapi dari pemerintah.

Lima desa yakni Desa Pengengat, Sukadana, Teruwai, Bangket Parak, Mertak juga dipilih karena letaknya yang berada di sekitar lingkar KEK Mandalika. Keberhasilannya nanti dapat dilihat langsung oleh Presiden Jokowi. Idealnya, ketika Presiden Jokowi menonton MotoGP, sekaligus bisa melihat potensi lingkar Mandalika, dan faktor lahan yang mendukung.

Direktur Pakan Kementerian Pertanian, drh Makmun Junaidi menjelaskan bahwa Desa Mertak, Kecamatan Pujut akan dikembangkan program 1.000 Desa Sapi. ‘’Jadi, Desa Sapi ini seluruh Indonesia dan salah satu titiknya yaitu di NTB, Kecamatan Pujut, Kabupaten Loteng,’’ katanya saat mengunjungi langsung Dusun Sereneng, Desa Mertak.

Dijelaskannya juga bahwa kunjungannya kali ini salah satunya untuk mendukung pengembangan para peternak serta potensi kegiatan pasar yang diakuinya sangat luar biasa. Tidak hanya itu, penanaman pakan ternak juga turut didorong, sehingga pakan yang dikonsumsi oleh ternak bernilai gizi tinggi. ‘’Hari ini juga, kita mulai bimbingan teknis untuk para peternak, calon penerima program 1.000 Desa Sapi. Jadi, dilakukan pelatihan bagaimana cara memelihara sapi, kita ingin para peternak ini mantap dan bisa dalam mengelola sapi, baik dari cara memeliharanya, memberi pakannya, kemudian jenis-jenis pakan yang bagus yang ada di sekeliling sini dan tidak didatangkan dari luar,’’ ujarnya.

Setelah meninjau langsung lokasi pembangunan bank pakan, pihaknya mengapresiasi ketersediaan pakan yang dimiliki NTB, khususnya Kecamatan Pujut. ‘’Kami yakin program 1.000 Desa Sapi di NTB ini pasti sukses, apalagi komitmen pak Gubernur, kemudian bu Kadis sangat luar biasa. Insya Allah kami yakin ini akan sukses,’’ ucapnya.

Program 1.000 Desa Sapi ini, sambungnya, merupakan Program Super Prioritas untuk penguatan kembali produk sapi dalam negeri, juga guna mengurangi impor sapi maupun daging sapi. ‘’Warga NTB, ayo sama-sama kita bangun NTB menjadi lumbung ternak yang selama ini sudah disandang NTB. Jadi, jangan sampai apa yang kita sudah sandang, lalu kemudian produktifitasnya rendah. Maksud ini adalah sebagai trigger kembali supaya sapi ini betul-betul milik NTB,’’ katanya.

Makmun menjelaskan, NTB merupakan 1 dari 5 daerah yang terpilih menjadi Pilot Project program 1.000 Desa Sapi. Program ini akan menyediakan industri dari hulu hingga ke hilir. Karena itu, pihaknya berharap dengan adanya program ini para peternak dapat semakin bersemangat untuk mengusahakan sapi sebagai modifikasi usaha sebagai peternak. ‘’Yaitu betul-betul masyarakat NTB ini sekolahin anak, pergi haji itu juga dari ternak. Oleh karena itu, budaya itu yang kita ingin tumbuhkan dan segarkan kembali. Jadi, lebih semangat dan lajunya lebih kencang lagi di dunia peternakan,’’ ujarnya.

Saat yang sama, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Hj Budi Septiani menyampaikan dukungan dari 1.000 Desa Sapi ini sangat fokus, sehingga pihak Provinsi sendiri juga sudah menyusun atau merancang program kegiatan ini dari tahun 2021-2024. ‘’Kami setiap hari melakukan pembangunan secara berkelanjutan, pembangunan sinergi yang dilakukan dari pusat sampai daerah,’’ katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Lalu Iskandar yang turut hadir saat itu mengatakan salah satu bentuk komitmen dan kesungguhan Pemkab Loteng seperti yang disampaikan oleh Bupati Loteng. Tahun ini, kegiatan APBD II sudah diarahkan ke bina desa dalam mendukung infrastruktur dan pembuatan lumbung.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here