Posyandu Keluarga, Jawaban Persoalan Masyarakat Desa

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat kunjungan ke Dusun Kelanjuh Lauq, Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Loteng, Rabu (14/10).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Posyandu Keluarga tak hanya melayani aspek kesehatan, namun juga mampu menjadi jawaban persoalan sosial masyarakat desa. Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, program pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dalam Visi Misi NTB Gemilang adalah pemberdayaan masyarakat desa. Wagub berharap Revitalisasi Posyandu menjadi Posyandu Keluarga terus berkembang di NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

‘’Saat ini, seluruh pogram pembangunan berbasis desa. Desa Barabali termasuk lengkap mengintegrasikan kesehatan, sosial, pendidikan, lingkungan dan kemandirian masyarakat dalam wadah Posyandu Keluarga,’’ kata Wagub saat kunjungan ke Dusun Kelanjuh Lauq, Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Loteng, Rabu (14/10).

Dikatakannya, selain pelayanan kesehatan yang menjangkau semua usia, Posyandu Keluarga di Dusun Kelanjuh Lauq dinilai berhasil membangun partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, Wagub berharap program dan anggaran desa benar-benar fokus untuk kebutuhan warga.

Selain kasus gizi buruk, stunting dan isu lain seperti buruh migran dan narkoba, Wagub juga berharap sosialisasi tentang dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi makin digencarkan sebagai upaya pencegahan terhadap kasus pernikahan anak yang marak terjadi di masa pandemi. Begitu pula dengan pola hidup sehat sebagai imunitas dan mewaspadai penyakit menular seperti Covid-19 menjadi tugas kader Posyandu sebagai ujung tombak di masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wagub mengapresiasi produk UMKM Desa Barabali dan geliat masyarakat desa dalam membangun. Selain itu, Wagub juga menemui dan berpesan langsung kepada para Kader Posyandu dan para pendamping desa agar benar-benar memanfaatkan dan menggali potensi desanya.

Sementara itu, Kepala Desa Barabali, Lalu Ali Junaidi menyebut, Posyandu Keluarga yang ada di Desa Barabali telah terintegrasi dengan berbagai aspek seperti pada aspek lingkungan melalui prioritas Zero Waste, ada pula Pendidikan Anak Usia Dini, program Desa Bersinar, Desa Tangguh Bencana serta agrowisata yang telah dimulai sejak 2016 lalu. ‘’Kami mendukung visi misi NTB Gemilang. Data Sistem Informasi Posyandu (SIP) untuk 23 dusun dimanfaatkan pula untuk program lain,’’ katanya.

Ditambahkannya, pelayanan Posyandu telah menjangkau anak, balita, ibu hamil, remaja dan lansia. Dalam pengurangan sampah, masyarakat diminta membawa sampah untuk diolah bekerjasama dengan bank sampah. Adapun pengolahannya menjadi barang kerajinan, desa bekerjasama dengan Karang Taruna Ngiring Maju kemudian dipasarkan melalui BUMDes Wira Bhakti. Salah satunya adalah produk furnitur berbahan ban bekas dan dipromosikan sebagai alat bantu kesehatan ambeien. Masyarakat juga diminta membawa jimpitan berupa beras yang diolah menjadi makanan tambahan Posyandu maupun PAUD yang membina 30 anak. Begitu pula dengan program desa lainnya yang memanfaatkan Posyandu dalam memberikan edukasi melalui kader atau profesional terkait pemberdayaan.

Saat ini, Kabupaten Loteng dengan 1.702 Posyandu telah memiliki 75 Posyandu Keluarga aktif yang tiga Posyandu di antaranya di Desa Batukliang. Dengan 8.510 kader, Pemkab Loteng menganggarkan Rp4 miliar sebagai insentif. Perhatian ini kata Pjs Sekda Loteng, HL Idham Halid yang turut hadir pada kegiatan tersebut, sebagai apresiasi pada para kader Posyandu. Dalam kunjungan tersebut, Wagub juga meluncurkan tiga Posyandu Keluarga Desa Barabali lainnya. Didampingi beberapa kepala OPD, Wagub diterima pula oleh Camat Batukliang dan Kepala Dusun Kelanjuh Lauq.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply