Komisi VI DPR RI Kunker ke NTB, Gubernur Sampaikan Resep Aman Berinvestasi

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat memberikan pemaparan resep aman berinvestasi di NTB kepada rombongan kunkuer Komisi VI DPR RI.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

LOBAR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Komisi VI DPR RI menggelar kunjungan kerja (Kunker) ke Provinsi NTB. Mengawali kunker tersebut, Komisi VI DPR RI menggelar rapat bersama sejumlah Direksi BUMN serta Pemprov NTB dengan agenda membahas upaya pemulihan sektor perekonomian di tengah Pandemi Covid-19, di Hotel Sheraton Senggigi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Senin (19/10).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih yang memimpin rombongan legislator tersebut mengatakan, kunker tersebut dilakukan merupakan bagian dari fungsi DPR sebagai lembaga legislatif. ‘’Sebagai DPR, kita memiliki tiga fungsi, pengawasan, anggaran, dan legislasi,’’ kata pria yang akrab disapa Demer itu.

Politikus Partai Golkar tersebut menambahkan, dampak Covid-19 di Provinsi NTB cukup besar terhadap perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, ia menyoroti kontribusi dampak investor ataupun perusahan di tengah Pandemi Covid-19. ‘’Seluruh investor ataupun perusahaan harus memberikan kontribusi kepada masyarakat,’’ ujarnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menyampaikan resep aman berinvestasi di sebuah daerah, seperti halnya di NTB. Gubernur meminta kepada investor maupun perusahaan yang ada di NTB memperhatikan pendidikan masyarakat. Terutama yang berada di lingkar perusahan tersebut. ‘’Kita berharap seluruh perusahaan ataupun investor ini berani memberikan beasiswa kepada anak-anak NTB, ketika mereka balik nanti, mereka semua mampu berkontribusi kepada perusahaan tersebut,’’ kata Gubernur

Kalau saja, lanjut Gubernur, seluruh perusahaan atupun investor yang ada di NTB ini mendidik atau memberikan beasiswa kepada masyarakat, maka tidak ada investor, tidak ada tambang yang ditolak oleh masyarakat. ‘’Kalau perusahan sudah memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat, kami yakin tidak ada satupun pertambangan yang ditolak,’’ ujarnya.

Karena cara pandang masyarakat menurut Gubernur, rata-rata dengan keberadaan tambang ataupun perusahan yang besar, mereka semua harus bisa bekerja di sana, sementara tidak didukung oleh SDM yang baik. ‘’Kita harus utamakan kepentingan masyarakat, Insya Allah masyarakat NTB pandai berterima kasih,’’ ucapnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply