Respon Medsos, Gubernur NTB Kembali Bantu Bocah Pengidap Tumor Ganas di Loteng

93
Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik saat menyerahkan bantuan kepada keluarga Muhammad Alfarizi (4 tahun), bocah pengidap tumor kepala, beralamat di RT04, Dusun Bongor, Desa Batu Nyala, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Loteng, Senin pagi (19/10).
Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik saat menyerahkan bantuan kepada keluarga Muhammad Alfarizi (4 tahun), bocah pengidap tumor kepala, beralamat di RT04, Dusun Bongor, Desa Batu Nyala, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Loteng, Senin pagi (19/10).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah secara konsisten merespon informasi yang berkaitan dengan masalah sosial dan kesehatan di media sosial (Medsos). Kali ini, Muhammad Alfarizi (4 tahun), bocah pengidap tumor kepala, beralamat di RT04, Dusun Bongor, Desa Batu Nyala, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), diberikan bantuan. Bantuan yang diberikan yakni berupa bantuan sosial (Bansos) tanggap darurat dan Covid-19 dari Dinas Sosial Provinsi NTB. Selanjutnya pelayanan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB untuk pemulihan anak tersebut.

‘’Pagi ini kami serahkan bantuan dana untuk pemeriksaan kesehatan, bantuan tanggap darurat dan paket sembako Covid-19 sebagai bantuan awal untuk kebutuhan keseharian anak dan keluarga. Berikut telah diintruksikan Direktur RSUD Provinsi NTB agar menangani lebih lanjut untuk pemeriksaan pemulihan penyakit anak tersebut,’’ kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah melalui Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik, Senin pagi (19/10).

Gubernur kata Ahsanul Khalik, sangat merespon pengaduan kondisi masyarakat, tanpa melihat sekat kepulauan, suku, ras dan agama. Terutama isu yang berkenaan dengan kondisi sosial, ekonomi dan kesehatan. Belakangan, banyak isu di media sosial yang mencuat dan dipandang penting untuk ditindaklanjuti bagi setiap perangkat daerah/instansi yang berkaitan langsung.

Termasuk informasi yang menyinggung kondisi Muhammad Alfarizi. Anak dari pasangan suami istri (Pasutri) Juriati dan Busari asal Dusun Bongor, Desa Batu Nyala, Loteng, dalam keadaan tidak berdaya di tempat tidur. Kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya, kepala bocah laki-laki itu membesar karena mengidap tumor ganas yang menyerangnya sejak empat bulan terakhir.

Sejak Minggu (18/9) malam, tim Pilar Sosial di Dinas Sosial Provinsi NTB telah dikerahkan, baik Tagana, TKSK, Sakti Peksos, Satgas P3S dan Pendamping Keluarga Harapan (PKH) untuk sesegara mungkin melakukan asessment kondisi ekonomi dan kesehatan bocah. Kemudian pada Senin (19/10) pagi, Tim kembali turun membawa bantuan Gubernur NTB, baik dana untuk pemeriksaan kesehatan, bantuan tanggap darurat dan paket sembako Covid-19. Bantuan itu, lanjutnya, untuk kebutuhan keseharian keluarga, kebutuhan nutrisi anak dan biaya proses pemeriksaan kesehatan. ‘’Sesuai perintah Pak Gubernur kepada Kepala Dinas Sosial dan Direktur RSUD Provinsi NTB, dr HL Hamzi Fikri, agar Alfarizi segera ditangani oleh RSUD Provinsi NTB, dipersilakan kepada orang tua Alfarizi meminta rujukan di RSUD Praya. Agar kemudian bisa melakukan pengobatan di RSUD Provinsi NTB. Di sana akan ditangani langsung oleh Direktur RSUD Provinsi NTB melalui tim medisnya,’’ saran Ahsanul Khalik.

Sementara itu, Juriati (35 tahun), ibu kandung Muhammad Alfarizi menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTB. Ia dan keluarga kaget dan terharu didatangi Dinas Sosial Provinsi NTB dan tim asessment. Dengan mata yang berkaca-kaca, Juriati ditemani suami tercinta Busairi (36 tahun) mencurahkan isi hatinya dihadapan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB pagi itu.

Muhammad Alfarizi adalah putera kedua, kelahiran tahun 2017 lalu. Sejak lahir, bocah lucu itu kondisinya normal seperti anak lainnya. Hingga, empat tahun kemudian, tepatnya empat bulan lalu kondisi badannya lemas dan keadaan kian memburuk. Awalnya dikira penyakit types, kemudian keluarga merasa khawatir dan beberapa kali dibawa ke fasilitas kesehatan, baik Puskesmas maupun Rumah Sakit. Waktu terus berjalan, kepala anaknya kemudian berubah menjadi membesar.

Karena keadaan sangat kritis, pernah mendapatkan diagnosa oleh petugas medis, bahwa anaknya diserang tumor di kepalanya. Ia pun terus berusaha untuk melakukan pemeriksaan mandiri saat itu. Karena bukan peserta BPJS gratis. Namun, lambat laun, keadaan ekonomi kian terguncang di masa pandemi, kemudian pasrah di rumah saja sembari diupayakan pengobatan tradisional. ‘’Hari ini kami terharu, kedatangan bapak/ibu sekalian. Terima kasih Pak Gubernur dan Pak Kadis Sosial. Semoga anak saya segera mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut,’’ katanya.

Saat kunjungan, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB didampingi jajaran Kabid dan Kasi Linjamsos berikut Pilar Sosial Tagana, TKSK, Sakti Peksos, Satgas P3S, Pendamping Sosial PKH. Selain itu, ada juga Kepala Desa, Babinkantibmas Polres Lombok Tengah dan relawan sosial lainnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here