Wagub NTB: Rumah Sakit Harus Jadi Pelopor Penerapan Protokol Covid-19

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat melaksanakan Kunker di RSUD Asy-Syifa’ KSB, Selasa (20/10).
Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat melaksanakan Kunker di RSUD Asy-Syifa’ KSB, Selasa (20/10).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

SUMBAWA BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah menekankan bahwa Rumah Sakit adalah tempat paling utama dan pertama dalam memberikan contoh penerapan protokol kesehatan Covid-19 kepada masyarakat.

Menurut Wagub, Rumah Sakit harus menjadi pelopor dan teladan dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam setiap pelayanan yang diberikan, baik itu dalam penyediaan fasilitas cuci tangan, praktek penggunaan masker, maupun jaga jarak atau physical distancing.

‘’Rumah Sakit menjadi pelopor utama, beginilah contoh penegakan protokol kesehatan Covid-19,’’ kata Wagub dengan nada memuji saat melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa (20/10).

Selain memuji penerapan protokol kesehatan yang diterapkan, Wagub juga memotivasi para Nakes yang hadir. Wagub berharap agar para Nakes terus bersemangat dan tetap menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. ‘’Semangat jangan pernah kendor. Karena memang sejatinya sebagai pelayan masyarakat di bidang kesehatan, tidak akan pernah berakhir. Tetap semangat. Insya Allah, Allah SWT akan membalas semua yang bapak ibu lakukan,’’ ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Lotim periode 2009-2013 ini berharap agar masyarakat di KSB dapat terus membiasakan diri dengan protokol kesehatan Covid-19. ‘’Mudah-mudahan pandemi ini segera berlalu dan kita bisa hidup senormal-normalnya. Nyamankan diri kita dengan pakai masker, tidak berkerumun, tidak berpelukan. Mari kita saling melindungi satu sama lain,’’ katanya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Asy-Syifa’ KSB, dr Carlof menjelaskan, bahwa pelayanan di RSUD Asy-Syifa’ sempat terganggu. Namun, sejak dimulai adaptasi kebiasaan baru, seluruh pelayanan kesehatan sudah berangsur-angsur berjalan baik. ‘’Walau sempat kami tutup karena ada adaptasi pelayanan baru, Alhamdulillah sekarang pelayanan seluruhnya sudah kami buka kembali dengan mengadaptasi kebiasaan baru,’’ kata dr Carlof.

Berdasarkan rilis pers update perkembangan Covid-19 Provinsi NTB per tanggal 19 Oktober 2020, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) termasuk dalam kategori zona orange dengan jumlah total pasien positif Covid-19 sebanyak 4 orang, 6 suspek, dan 107 orang masuk dalam kontak erat.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here