Masih Pro Kontra Anggota DPRD Lotim Atas Usulan Motor Dinas Pekasih

Suasana rapat paripurna DPRD Lotim tentang KUA-PPAS TA 2021, Selasa kemarin (20/10).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Salah satu janji politik paket Sukiman-Rumaksi (SUKMA) saat kampanye Pilkada lalu adalah pengadaan sepeda motor dinas untuk para Pekasih. Dinilainya, peranan Pekasih sangat vital dalam mengurus pengairan irigasi di tengah petani.

Tak ingin hanya sebatas janji, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) di bawah kepemimpinan Sukiman-Rumaksi (SUKMA) mencoba menyisipkan anggaran pengadaan motor dinas untuk para Pekasih sejumlah Pekasih per desa kali 239 desa se-Lotim melalui Rancangan APBD Lotim tahun anggaran 2021 yang telah dibacakan Wakil Bupati (Wabup) Lotim, H Rumaksi Sj di depan rapat paripurna DPRD Lotim tentang KUA-PPAS TA 2021, Selasa kemarin (20/10).

Meskipun Rancangan APBD Lotim TA 2021 baru akan mulai pembahasan di Parlemen Kebun Raja Selong, namun usul eksekutif terhadap rencana pengadaan motor dinas Pekasih sudah mulai menjadi perbincangan beberapa kalangan anggota wakil rakyat Lotim. Pro-kontra mulai bermunculan. Ada yang akan setuju, ada yang kurang setuju dan ada yang hanya wait and see.

Misalkan saja salah seorang Wakil Ketua DPRD Lotim dari Fraksi Partai Golkar, H Daeng Paelori kepada wartawan usai mengikuti rapat paripurna Selasa kemarin menyatakan akan melihat nanti setelah masuk dalam pembahasan. ‘’Kami belum bisa menentukan sikap layak atau tidak, nanti setelah masuk pembahasan dan melihat kemampuan anggaran,’’ kata Daeng Paelori seraya menyatakan kalaupun akan disetujui tentu dengan pola bertahap.

Pernyataan dengan nada sedikit berbeda dikeluarkan oleh salah satu Wakil Ketua dari Fraksi Gerindra, M Badran Achsyid. Anggota dewan dari Masbagik itu tampaknya agak kurang setuju terhadap rencana pembelian motor dinas Pekasih. Menurutnya, Pekasih itu tugasnya di sepanjang saluran dan persawahan.

Menurut Badran, Pekasih itu cocoknya dibekali sebuah senter dan sebilah parang. Alasannya, jika sejumlah Pekasih se-Lotim diberikan motor, tentu akan menyedot anggaran yang sangat besar. Namun demikian, Badran tetap mengembalikan kepada hasil pembahasan nanti apakah bisa disetujui oleh sebagian besar anggota dewan yang lain.

Sementara itu, secara terpisah Ketua Fraksi PAN DPRD Lotim, M Baidillah sedikit mengeluarkan statemen yang senada dengan Badran. Baidillah balik bertanya kepada wartawan media ini dengan pertanyaan, ‘’Mau kemana Pekasih pakai motor, tugasnya di parit/saluran dan jalurnya di atas pematang sawah,’ katanya.

Baidillah mengusulkan, paling tepat Pekasih itu dibelikan sepeda dayung, bukan motor sehingga tak khawatir di lepas di mana-mana. Setali tiga uang, Badran turut menyatakan akan melihat kelayakannya dalam pembahasan nanti apakah ketersediaan anggaran mencukupi atau tidak. Baidillah juga mengakui bahwa usul ini sudah dua kali diajukan oleh eksekutif namun belum juga dipenuhi.

Selain pernyataan yang sedikit kontra, ternyata ada anggota dewan yang mengeluarkan pernyataan mendukung pengadaan randis Pekasih. Salah satunya Waes Al-Karni yang juga dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Anggota dewan utusan Dapil II itu justeru membaca suasana psyikologi Bupati dan Wakil Bupati Lotim yang sudah kadung menyebutnya sebagai janji pada masa kampanye dulu. ‘’Saya melihatnya ini menjadi beban moral bagi Bupati dan Wakil Bupati Lotim karena janji kampanye dulu. Jika tidak dipenuhi, maka akan menjadi citra buruk bagi Pemkab Lotim,’’ kata Waes Al-Karni sembari menambahkan, walaupun pengadaannya tidak sekali gus. Dan bisa dibagi per tahun anggaran berikutnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lotim, Murnan yang dimintai pendapat oleh wartawan media ini melalui pesan WhatsApp terkait usulan tersebut, hanya membalas secara singkat. Meskipun jawaban singkat, namun dapat dimengerti, Murnan nampaknya ikut tidak menyetujui rencana itu dengan alasan tidak cukup anggaran. ‘’Tak cukup, sepeda saja,’’ jawab politisi PKS itu singkat.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply