Parade Lomba Busana Adat Sasambo di Fakultas Sastra UNW Mataram Kebanjiran Peserta

Para peserta saat mengikuti Parade Lomba Busana Adat Sasambo di Fakultas Sastra UNW Mataram.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dalam mengisi acara Bulan Bahasa dan Sastra, Fakultas Sastra Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram melaksanakan begitu banyak kegiatan lomba, salah satu yang paling menarik adalah Fashion Show Adat Sasambo (Sasak, Samawa, Mbajo). Partisipasi pelajar dan mahasiswa sangatlah kuat. Ini bukti kecintaan generasi kita terhadap tradisi adat istiadat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Keberagaman melahirkan semangat multikulturalisme dari tiga suku besar di NTB.

‘’Fakultas Sastra UNW Mataram tidak hanya terfokus terhadap persoalan literasi dan sastra lisan. Tradisi lisan (folklor), sejarah lisan, dan budaya kelisanan pada masyarakat, harus dipertahankan sebagai sebuah warisan. Apresiasi peserta sangatlah luar biasa, sehingga dalam peoses pendaftaran peserta, setiap lomba dibatasi mengingat situasi Covid-19,’’ kata Dekan Fakultas Sastra UNW Mataram, Dr Ahmad Turmudzi, SS., M.Pd kepada Lomboktoday.co.id, di Kampus UNW Mataram, Selasa (27/10).

Menurut Ketua Panitia, Dedat Bisaraguna A. M.Hum., kegiatan ini merupakan upaya untuk mensosialisikan ilmu sastra kepada masyarakat, para pelajar dan mahasiwa, bahwa sastra bukan hanya puisi dan novel, tapi juga jauh lebih dari itu bahwa sastra merupakan proses kreatif untuk melakukan inovasi dan seni yang sangat menunjang bidang yang lainnya.

Sibawaihi, perwakilan BEM Fakultas Sastra UNW Mataram mengatakan bahwa, kegiatan ini harus terus dilakukan dan dikembangkan sebagai mahasiwa, tentu tidak terlepas dari dukungan para dosen. ‘’Alhamdulillah, kami sebagai mahasiwa sangat antusias mengikuti kegiatan, baik sebagi mahasiswa yang terlibat langsung sebagai panitia. Kami tidak menyangka bahwa acara kami ini, didukung oleh teman-teman baik pada Fakultas Sastra maupun Fakultas lain di UNW Mataram. Satu hal yang ingin kami sampaikan bahwa senang dan bisa terbuka dengan semua dosen kami yang sangat transfaran, terlebih pak Dekan kami masih muda ‘’Bang Ajie’’ bisa berbagi dengan kami mahasiwanya dalam banyak hal. Artinya kami tidak canggung mengungkapkan keluh kesah kami sebagai mahasiwa,’’ ungkapnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply