Re-Enginering SMK, Ikhtiar Wujudkan Industrialisasi di NTB

83
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr Aidy Furqan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr Aidy Furqan.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Mimpi besar industrialisasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah kepemimpinan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, dipersiapkan dengan matang dan melibatkan berbagai pihak. Salah satunya tercermin dalam program unggulan re-enginering Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diampu oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr Aidy Furqan, re-enginering SMK merupakan upaya Pemprov NTB dalam mengawinkan kurikulum di SMK dengan kebutuhan pasar di dunia industri yang tengah menggeliat. ‘’Kita akan kawinkan SMK dengan dunia industri. Maksudnya, di dalam kurikulum SMK harus dimasukkan pembelajaran terkait pangsa pasar. Kita lihat tren dunia industry saat ini apa?,’’ kata Dr Aidy Furqan, di Mataram, Rabu (4/11).

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTB  yang baru menjabat sejak Januari lalu tersebut mengambil contoh jurusan Tataboga di SMK. Siswa tak hanya diajarkan cara memasak, tapi juga diajarkan pemasaran online yang tengah hits belakangan ini. Jurusan Agri Bisnis Pengolahan Hasil Pertanian di SMK 1 Sakra, Lombok Timur (Lotim), menjadi contoh keberhasilan program ini. Guru dan siswa berjibaku dengan penuh semangat membuat aneka manisan, bubuk penyedap rasa, dan aneka roti dari hasil pertanian. Dalam SMK ini bisa memproduksi 252 biji roti dengan mengahabiskan 6 kg tepung setiap harinya dan akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan pasar. ‘’Omsetnya paling rendah Rp10 juta per bulan. Usaha itu bahkan menyerap langsung tenaga kerja dari siswa-siswi di SMK tersebut,’’ tutur Dr Aidy Furqan.

Hal ini yang diharapkan dengan adanya program unggulan re-enginering SMK ini, siswa-siswi tak hanya dibekali dengan keterampilan, tapi juga dengan kemampuan menciptakan sesuatu dan memasarkannya. Karena itu, dalam re-enginering SMK, model pembelajaran yang digunakan tak lagi konvensional, namun kini dengan pendekatan project based learning dan production based learning. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

Hasilnya pun bisa dilihat langsung. Sejak Januari lalu sampai saat ini, sudah ada 17 penemuan yang dieksekusi oleh anak SMK yang mengharumkan nama daerah. Dari motor listrik, sepeda listrik, bak sampah cerdas, hingga penyulingan air laut menjadi air mineral dan masih banyak lagi. Semua penemuan yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini, rencananya akan dipamerkan pada bulan budaya akhir November ini.

Hingga saat ini lanjut Kadis, ada 9 SMA yang telah dialihfungsikan menjadi SMK dan 2 SMK dialihfungsikan menjadi SMA mengikuti kebutuhan lapangan pekerjaan saat ini. Bahkan tahun depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB akan membuka SMK di Sembalun dengan dua jurusan utama yakni Pariwisata dan Geotekhnologi. Kabar baiknya lagi, SMK Sembalun ini akan menjadi satu-satunya SMK di Provinsi NTB yang memiliki jurusan Geotekhnologi. ‘’Re-enginering SMK ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk memajukan pendidikan di NTB dan mendukung program industrilialisasi NTB,’’ ujarnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here