Kadis PMD Lotim: Diupayakan BUMDes Jadi Penyalur BPNT

283
Kepala Dinas PMD Kabupaten Lotim, M Khairi.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Lotim, M Khairi.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Di balik geramnya Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy terhadap karut-marutnya tata kelola penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), menjadi latar belakang orang nomor satu di Lotim itu mendorong agar memberdayakan BUMDes sebagai supplier BPNT. Konsep ini pertama kali diuangkap Bupati Sukiman saat menerima Perwakilan Forum BPD, di Ruang Rapat Bupati Lotim, Selasa (3/11) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukiman mengharapkan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk memperjuangkan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). ‘’Perjuangkan itu di dalam Musrenbangdes. Anggaran untuk BUMDes itu tolong dibesarkan. Sehingga BUMDes punya modal,’’ harap Bupati.

Dengan kepemilikan modal yang besar, BUMDes dapat menjadi supplier dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dengan menyertakan BUMDes sebagai supplier, secara otomatis keuntungan tetap akan didapatkan oleh BUMDes. Tentunya akan berdampak juga pada meningkatnya Pendapatan Asli Desa (PADes).

Bupati Sukiman menyatakan, meskipun dirinya kerap memberikan peringatan kepada seluruh stakeholders, namun masih belum bisa mengurai benang kusut BPNT tersebut. ‘’Saya kesana-kemari ceramah tentang BPNT mengingatkan kawan-kawan supplier, agen, pendamping. Tapi, karena kepentingan orang per orang, isu itu masih,’’ ujarnya.

Dikatakan, dengan memberdayakan BUMDes sebagai supplier, diharpakan dapat mengurai karut-marutnya BPNT. Selain itu, pemberdayaan ekonomi desa menjadi lebih produktif. ‘’Harapan saya, tolong berdayakan BUMDes-nya. Jika BUMDes-nya mampu sebagai supplier, untuk apa supplier yang kerjanya hanya mungut-mungut itu. Misalnya, di desa itu KPM-nya 500,  ditangani oleh BUMDes-nya sendiri,’’ katanya.

Menyikapi arahan Bupati Sukiman, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lotim, M Khairi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/11) menyatakan, pihaknya tengah berupaya mengkondisikan dan mendorong pihak Pemerintah Desa (Pemdes) untuk mempersiapkan BUMDes yang ada sebagai penyalur bantuan pangan untuk masyarakat miskin itu.

Sesuai arahan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, kata Mantan Kepala BKPSDM ini, bahwa semua daerah diminta untuk memberdayakan UMKM. Dan keberadaan BUMDes adalah bagian dari UMKM. ‘’Kita diharapkan untuk menghidupkan geliat usaha bagi para UMKM, dan tentu BUMDes adalah bagian dari UMKM milik desa,’’ katanya.

Namun demikian kata Khairi, di Kabupaten Lotim masih ada desa yang belum memiliki BUMDes. Kalaupun sudah memiliki BUMDes, belum semua BUMDes yang sehat atau berjalan sesuai yang diharapkan.

Dalam wacana BUMDes sebagai penyalur BPNT ini, akan diverifikasi mana BUMDes yang betul-betul sehat. Tentunya, BUMDes yang tidak sehat, kecil kemungkinan dapat dilibatkan sebagai supplier. ‘’Sesuai harapan Bupati, kami mengimbau kepada desa yang sudah punya BUMDes agar bisa diperkuat terutama aspek permodalan dan diperbaiki tata kelolanya, sehingga menjadi aset BUMDes yang betul-betul mandiri,’’ ujarnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here