Sambut Even MotoGP 2021, 4 Kementerian Tinjau Kesiapan Lotim Jadi Penyangga

Sejumlah pejabat dari 4 Kementerian saat menijau kesiapan Kabupaten Lotim sebagai daerah penyangga untuk even MotoGP Mandalika, Loteng, tahun 2021.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Persiapan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sebagai salah satu daerah penyangga penampungan para wisatawan yang diprediksi akan membludak pada gelaran MotoGP di kawasan KEK Mandalika Kuta, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pada 2021 mendatang, pejabat dari 4 Kementerian menijau kesiapan daerah penyangga. Salah satunya di Kabapaten Lombok Timur.

Di antara keempat Kementerian yang datang hari Kamis (5/11), antara lain; Pejabat Kemenko Bidang Maritim dan Investasi, Kementerian PUPR, Kemendes PDTT (Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi), serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lotim, Purnama Hadi selaku pejabat daerah yang ikut mendampingi pejabat penting dari 4 Kementerian tersebut.

Seperti dikutip dari laporan yang disampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Lotim serta Sekda Lotim, untuk Kabupaten Lotim, rombongan meninjau tiga lokasi objek wisata yakni destinasi wisata Kawasan Teluk Ekas, Sembalun dan Desa Kembang Kuning.

Disebutkan, kunjungan kerja (Kunker) tersebut untuk melakukan identifikasi terhadap ketersediaan fasilitas akomodasi, transportasi dan lain-lain menjelang pelaksanaan MotoGP di KEK Mandalika akhir tahun 2021 mendatang.

Pihak Kementerian memperkirakan jumlah tamu yang akan membutuhkan penginapan sekitar 80-an ribu dengan jumlah kamar penginapan yang dibutuhkan (Homestay, Bungalo, dan lain sebagainya) sebanyak 40.000 kamar, apabila kapasitas 1 kamar untuk 2 orang.

Kabupaten Lotim sebagai sebagai salah satu kawasan penyangga harus ikut ambil bagian dalam penyediaan akomodasi, transportasi, kuliner dan lain-lain dalam rangka memberikan dampak peningkatan perekonomian masyarakat.

Diketahui, berdasarkan hasil pendataan sementara, jumlah akomodasi yang sudah terdata baru sekitar 4.000 unit tersebar di 3 Kabupaten, yakni; Kabupaten Lobar, Kabupaten Loteng dan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dan untuk Kabupaten Lotim, data mengenai jumlah Rumah Penginapan belum terdata secara keseluruhan. Kabupaten Lotim diharapkan agar segera melakukan inventarisasi jumlah penginapan dan dilaporkan ke Komenko Bidang Maritim dan Investasi selaku Koordinator.

Purnama Hadi menuturkan, apabila terjadi kekurangan jumlah akomudasi, pihak Kementerian PUPR, Kemendes PDTT dan Kementeriaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara bersama-sama akan membantu mengalokasikan dana untuk pembanguan Rumah Penginapan. ‘’Survey/hunting mengenai lokasi penginapan sudah dilakukan di beberapa tempat, mulai dari Ekas Jerowaru, dilanjutkan ke Sembalun dan Kembang Kuning mulai jam 09.00 Wita s/d jam 21.00 Wita,’’ katanya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply