Akibat WiFi Tidak Terkoneksi, Mahasiswa UGR Ricuh di Hari Pertama UTS

301
Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (UGR) yang mengeluhkan fasilitas kampus karena terkendala akses WiFi pada saat hari pertama pelaksanaa UTS.
Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (UGR) yang mengeluhkan fasilitas kampus karena terkendala akses WiFi pada saat hari pertama pelaksanaa UTS.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Ujian Tengah Semester (UTS) mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (UGR), Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengeluhkan fasilitas kampus. Pasalnya, hari pertama pelaksanaa UTS tersebut, pada Senin (9/11), fasilitas penunjang (WiFi, Red) tidak bisa terkoneksi atau diakses oleh mahasiswa. Hal itu dibenarkan salah seorang mahasiswa UGR, Rohman Rofiki, yang mengikuti UTS di Kampus milik mantan Bupati Lotim, HM Ali BD itu.

Rohman Rofiki menambahkan, kondisi ini sangat memperihatinkan, terlebih pemberian kuota internet bagi mahasiswa sesuai surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 821/E.E1/ SP/2020 tidak tersalurkan secara merata.

Hal ini dinilainya mempengaruhi pelaksanaan aktivitas pendidikan yang menggunakan virtual atau daring. ‘’Beberapa Fakultas di UGR melangsungkan Ujian Tengah Semester (UTS), seharusnya birokrasi kampus mempersiapkan dengan matang,’’ katanya.

Rofiki mengaku, pihaknya pernah melakukan protes kepada birokrasi kampus melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (BEM UGR) terkait akses internet yang menjadi keluhan mahasiswa. Tetapi pihak kampus mengarahkan mahasiswa untuk menggunakan fasilitas kampus (WiFi). ‘’Sedangkan WiFi saja sering terkendala, bagaimana bisa diakses atau digunakan secara maksimal, terlebih ini UTS loh,’’ ujarnya dengan nada geram.

Dari kejadian ini, ia mengharapkan pihak Rektor UGR untuk mengevaluasi petugas terkait demi keberlangsungan kegiatan kuliah yang secara virtual ini. ‘’Kalau bisa dicopot pak,’’ ucapnya.

Hal senada disampaikan Rizwan Kholis, salah satu anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunung Rinjani (BEM FE UGR), merasa terganggu dengan terkendalanya akses-akses kegiatan penunjang keberlangsungan aktivitas kuliah. Pihaknya belum menanyakan penyebab terkait terjadinya kendala ini. Oleh karena itu, ia berjanji akan segera mengkonfirmasi pihak atau biro terkait. ‘’Kami akan telusuri ke pihak terkait yang menanggulangi hal ini,’’ katanya.

Menanggapi keluhan sejumlah mahasiswa, salah seorang Pembantu Rektor UGR, M Saleh yang dikonfirmasi via WhatsApp (WA) menjelaskan, WiFi kampus sedang dipakai untuk kegiatan akreditasi program studi, sehingga mengakibatkan terganggu untuk mahasiswa. Sebenarnya, lanjut mantan Ketua KPUD Lotim itu, pihaknya mengakui bahwa mahasiswa juga sudah diberikan kuota dari Mendikbud sesuai edaran tersebut. Tapi katanya, memang belum semua mahasiswa telah mendapatkan kuota terkendala data mahasiswa yang belum lengkap.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here