Tuntut Kejelasan Prona, Pemuda Lenek Geruduk Kantor Desa

Aliansi Masyarakat Dan Pemuda (AMDP) Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), saat menggelar aksi di kantor desa, Kamis (12/11).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Dan Pemuda (AMDP) Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Kamis (12/11), geruduk kantor desanya dengan menggelar aksi.

Mereka menuntut kepada Pemerintah Desa untuk transparansi permasalahan terkait Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) yang menurutnya menjadi gesekan atau keresahan di tengah masyarakat di kewilayahan Lenek Tengak.

Koordinator Aksi, Panji Sekar JM menjelaskan, yang paling mengganjal terkait Prona tersebut adalah tidak adanya kuitansi yang didapatkan oleh masyarakat. Bahkan katanya, sebagian oknum ada yang digratiskan. ‘’Ini tidak adil, ada yang bayar, ada yang gratis padahal yang gratis itu kami tahu mereka mampu,’’ tegas Panji Sekar.

Diuraikan pula, pengeluaran pembiayaan terkait Prona tersebut adalah rata-rata yang dibayar masyarakat ialah Rp350 ribu hingga Rp600 ribu. Bahkan ada yang hingga Rp1 juta lebih. ‘’Tak hanya itu, kejelasan tanah yang seharusnya didapatkan oleh masyarakat yang bersangkutan pun menimbulkan pertanyaan, dibuktikan dengan tidak tertera luas tanah yang diterima masyarakat pada daftar Prona tersebut,’’ katanya.

Menurut Panji, pada daftar Prona itu hanya berisi daftar nama, alamat, uang yang dikeluarkan masyarakat, dan tanda tangan masyarakat. Namun data tanah tidak dijelasakan. ‘’Di mana kejelasan tanahnya?,’’ ucapnya.

Selain transparansi Prona, pemuda menuntut program pemberdayaan pemuda, yang hari ini menurutnya penanganan pemuda oleh pemerintah desa belum maksimal. ‘’Aksi ini juga kami lakukan guna membentuk mental pemuda tanpa membuat ricuh dan ini kami buktikan dengan kondusifitas juga tetap menggunakan protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Aksi berjalan lancar meski harapan massa bisa bertemu dengan PJS Kepala Desa Lenek tidak ada di tempat. Massa pun membubarkan diri setelah dimediasi oleh Tahir Royaldi selaku tokoh masyarakat. ‘’Kami berharap Pemerintah Desa ke depannya, agar lebih peduli terhadap pemuda dan masyarakatnya yang akan menyampaikan aspirasi,’’ katanya.

Sesaat aksi sempat memanas akibat gesekan dari salah satu oknum di luar massa aksi. Tetapi situasi berhasil dikendalikan oleh puluhan aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sinatrio.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply