Rapat Paripurna DPRD NTB, Wagub Serahkan Rancangan KUA-PPAS APBD 2021

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah didampingi Sekda NTB, HL Gita Ariadi saat menyerahkan dokumen Rancangan KUA-PPAS APBD NTB Tahun Anggaran 2021 kepada Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda selaku pimpinan Rapat Paripurna didampingi para Wakil Ketua DPRD NTB, di antaranya; H Mori Hanafi, H Muzihir, H Abdul Hadi.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah didampingi Sekda NTB, HL Gita Ariadi menghadiri rapat paripurna DPRD Provinsi NTB dengan agenda penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2021, di Gedung DPRD Provinsi NTB, Senin (16/11).

Berdasarkan Rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menargetkan prioritas pembangunan Tahun 2021, yang mencakup tiga komponen penting.

Ketiga komponen tersebut di antaranya; Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan Daerah. Selain menargetkan pada tiga komponen tersebut, Pemprov NTB juga menargetkan kepada enam arah kebijakan yang dapat meningkatkan nilai tambah yaitu; pertanian, agribisnis, industri, pariwisata, investasi, serta penguatan sistem kesehatan daerah.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda itu, Wagub mengatakan bahwa pembangunan Provinsi NTB tahun 2021 diarahkan pada peningkatan nilai tambah pertanian/agribisnis, industri, pariwisata dan investasi, serta penguatan sistem kesehatan daerah.

Masing-masing memiliki target yakni pertumbuhan ekonomi tanpa tambang nonmigas berkisar antara 2,75 persen sampai 3,30 persen, Tingkat inflasi berkisar antara 3,00 persen sampai 4,00 persen, Tingkat kemiskinan sebesar 12,98 persen, Gini rasio sebesar 0,353, Indeks Pembangunan Manusia sebesar 69,20 point dan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 3,30 persen. ‘’Memperhatikan arahan, sasaran dan target pembangunan Provinsi NTB tahun 2021, berikut ini disampaikan Rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2021 yang mencakup tiga komponen yaitu pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah,’’ kata Wagub.

Pendapatan daerah lanjutan Wagub, tahun anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp5.473.931.855.427, dengan rincian meliputi Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp1.954.341.221.233, pendapatan transfer sebesar Rp3.464.809.730.250, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp54.780.903.944. ‘’Belanja daerah tahun anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp5.528.931.855.427, termasuk di dalamnya belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, dan belanja transfer,’’ ujarnya.

Untuk pembiayaan, Wagub menyampaikan bahwa pembiayaan daerah tahun anggaran 2021 meliputi penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp65.000.000.000,- dan pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar Rp10.000.000.000,-. Di akhir sambutannya, Wagub berharap pembangunan di NTB ini berjalan lancar agar terwujud cita-cita menjadi Provinsi NTB yang Gemilang.

Adapun penyerahan dokumen Rancangan KUA-PPAS APBD NTB Tahun Anggaran 2021 oleh Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah didampingi Sekda NTB, HL Gita Ariadi ini diterima langsung Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda selaku pimpinan Rapat Paripurna didampingi para Wakil Ketua DPRD NTB, di antaranya; H Mori Hanafi, H Muzihir, H Abdul Hadi.

Selanjutnya akan dilakukan pembahasan terhadap Rancangan KUA-PPAS APBD NTB Tahun Anggaran 2021 ini di tingkat Badan Anggaran DPRD Provinsi NTB. Setelah itu, DPRD Provinsi NTB akan menyelenggarakan Rapat Paripurna dalam rangka Penandatanganan Kesepakatan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2021 antara DPRD NTB dan Pemerintah Provinsi NTB yang direncanakan pada Rabu (18/11) mendatang.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply