Monitoring SPTM, Dikbud Lotim Gandeng Dewan Pendidikan

Kabid Dikdas Dinas Dikbud Lotim, Hadi Jayari (kiri plang) didampingi Kanit Dikbud Sakbar, Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Lotim, TGH Ruslan Gunawan (kanan plang) didampingi Kasek SMP 1 Sakra Barat.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Monitoring Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (SPTM) tingkat SD dan SLTP, baik negeri maupun swasta, di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lotim menggandeng Dewan Pendidikan Kabupten Lotim.

Di hari kedua, Selasa (17/11), untuk SPTM ini, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Dikbud Lotim, Hadi Jayari bersama Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Lotim, TGH Ruslan Gunawan, Lc melakukan monitoring di wilayah Kecamatan Sakra Barat. Ikut serta dalam monitoring itu, Kanit Dikbud Sakra Barat.

Kabid Dikdas Dinas Dikbud Lotim, Hadi Jayari selaku tim monitoring Kabupaten Lotim kepada Lomboktoday.co.id saat memantau di SMPN 1 Sakra Barat menjelaskan, pelaksanaan monitoring ini selain untuk mengetahui kondisi di lapangan, juga untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah benar-benar menerapkan protokol kesehatan di masa uji coba atau simulasi pembelajaran tatap muka.

Seperti diketahui lanjut Hadi Jayari, Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy mengeluarkan kebijakan untuk membuka sekolah tatap muka sejak Senin (16/11) kemarin. Bahkan katanya, di hari pertama kemarin Bupati Sukiman dikabarkan turun langsung memantau di lapangan pelaksanaan SPTM ini.

Hadi Jayari menerangkan, berdasarkan hasil pemantauannya, Bupati Sukiman Azmy memerintahkan pihak Dinas Dikbud Lotim melalui Kepala Dinas, Ahmad Dewanto Hadi, untuk merubah pola SPTM. Perintah Bupati itu ditindaklanjuti melalui SE yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Dikbud Lotim.

Dalam SE Kadis Dikbud kata Kabid berisi dua instruksi yakni; Pertama, sebaiknya setiap satuan pendidikan tidak melaksanakan pembagian shift belajar dalam satu hari untuk beberapa rombel tetapi membagi hari dalam seminggu bagi rombelnya dengan ketentuan setiap kelas maksimal berisi 16 siswa dan aturan jaga jarak. Kedua, Pada setiap jam pulang agar diatur kepulangan siswa per kelas, dengan jarak waktu tertentu atau tidak serentak dengan maksud menghindari kerumunan.

Di tempat yang sama, Wakil Sekretaris Dewan pendidikan Kabupaten Lotim, TGH Ruslan Gunawan mengaku sangat mengapresiasi sikap keberhati-hatian Pemkab Lotim dalam mengeluarkan kebijakan membuka sekolah tatap muka yang sempat vakum selama masa Pandemi Covid-19. ‘’Kami Dewan Pendidikan mengapresiasi kebijakan Bupati Lotim meskipun masih uji coba dan kami berharap semua aman-aman saja,’’ kata Pimpinan Ponpes Diya’ul Fiqri Sukarara itu.

TGH Ruslan Gunawan yang juga Sekretaris Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSPP) Kabupaten Lotim itu menyebutkan, angka Covid-19 di Kabupaten Lotim memang relatif menurun, namun belum ada pihak yang menyatakan situasi sudah normal.

Untuk itu, atas nama Dewan Pendidikan, TGH Ruslan Gunawan berharap semua pihak terutama sekolah-sekolah agar mematuhi protokol kesehatan dan semua jenis kebijakan pemerintah terkait pandemi Covid-19 ini. ‘’Kita sepakat bahwa jangan sampai muncul klaster baru penyebaran Covid-19 terlebih dengan kebijakan dibukanya sekolah tatap muka ini,’’ ujarnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply