Wabup Lotim: Evaluasi ‘’Lotim Berkembang’’ Belum Memuaskan

166
Wabup Lotim, H Rumaksi Sj (tengah) saat memimpin rapat evaluasi Pelaksanaan ‘’Lombok Timur Berkembang’’, pada Selasa (24/11).
Wabup Lotim, H Rumaksi Sj (tengah) saat memimpin rapat evaluasi Pelaksanaan ‘’Lombok Timur Berkembang’’, pada Selasa (24/11).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Program ‘’Lombok Timur Berkembang’’ yang diluncurkan September lalu, diharapkan hingga akhir tahun ini dapat mencapai target yang telah ditetapkan, yaitu 1.500 peternak dari target lebih dari lima ribu.

Wakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim), H Rumaksi Sj yang memimpin rapat evaluasi Pelaksanaan ‘’Lombok Timur Berkembang’’ pada Selasa (24/11), menyebut berdasarkan laporan yang diterimanya, realisasi dari dua bank mitra mencapai 736 peternak dengan jumlah dana Rp11 miliar lebih. Kondisi ini dinilai belum cukup memuaskan. Karenanya diharapkan semua pihak yang terkait dengan program ini dapat berupaya lebih maksimal.

Wabup menilai penting pula untuk menyamakan persepsi antara bank mitra dengan pemerintah dan masyarakat. Wabup menegaskan bahwa ‘’Lotim Berkembang’’ tidak menyasar pengusaha melainkan masyarakat kurang mampu yang diharapkan dapat mengentaskan kemiskinannya. Pemerintah memiliki tanggung jawab moral sehingga wajib mengawal program ini hingga tuntas.

Salah satu kendala diakui pihak perbankan adalah kondisi internal terkait verifikasi data calon penerima. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Selong menyebut kendala verifikasi dari pihaknya adalah adanya dua program pemerintah yang harus diakomodir BRI pada waktu bersamaan yaitu bantuan untuk UKM.

Akan tetapi, pihak BRI optimis setelah tuntasnya bantuan produktif UMKM (BPUM) tersebut, BRI dapat melakukan verifikasi untuk KUR Peternak dengan lebih optimal. BRI bahkan optimis dapat menyelesaikan sekitar 500 peternak untuk realisasi sebelum tahun 2020 berakhir. Sementara itu, Bank Nasional Indonesia (BNI) menyanggupi target 250 peternak akan direalisasikan.

Poin lainnya yang juga dibahas adalah belum optimalnya komunikasi OPD terkait, utamanya dengan pihak BRI dalam tahapan verifikasi peternak. Seandainya verifikasi ini melibatkan tim teknis untuk pendampingan hingga tahap penyediaan ternak sapi.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan mengingatkan pentingnya sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat peternak terkait subsidi bunga KUR melalui ‘’Lotim Berkembang’’ ini. Sejumlah masyarakat yang mengundurkan diri terbukti belum sepenuhnya memahami bantuan yang diterima.

Selain Pimpinan BNI dan perwakilan BRI, hadir pula pada rapat tersebut Manager Cabang Jasindo NTB, Asisten II Setdakab Lotim, Bappeda Lotim, Dinas Peternakan Lotim, BPKAD Lotim.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here