Bupati Lotim Terima DIPA dan TKDD dari Presiden Secara Virtual

242
Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy.
Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lotim dan Badan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lotim menerima DIPA dan TKDD tahun 2021 secara virtual.

Penyerahan dilakukan Presiden Joko Widodo kepada seluruh daerah serta Kementerian dan Lembaga pada Rabu (25/11). Pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin, dan Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati.

Kabupaten Lotim pada tahun 2021 mendatang menerima Rp2.055.628.907.000,- dengan Transfer ke Daerah (TKDD) Rp1. 740.828.373.000,- dan Dana Desa Rp314.800.534.000,-. Dalam APBN 2021 pemerintah mengalokasikan anggaran Rp2.750 triliun atau tumbuh 0,4% dibandingkan alokasi belanja pada APBN 2020. Alokasi tersebut terdiri atas belanja untuk Kementerian/Lembaga sebesar Rp1.032 triliun dan Transfer Daerah dan Dana Desa sebesar Rp795,5 triliun.

Dijelaskan Presiden Jokowi, alokasi belanja tersebut dimanfaatkan mendukung pemulihan ekonomi nasional dan prioritas pembangunan di berbagai bidang, di antaranya; kesehatan Rp169,7 triliun, pendidikan Rp550 triliun, infrastruktur Rp417,17 triliun, perlindungan sosial Rp408,8 triliun, ketahanan pangan Rp99 triliun, serta pembangunan teknologi informasi Rp26 triliun. Presiden Jokowi menekankan pentingnya kecepatan, ketepatan, dan akurasi sebagai karakter dalam pelaksanaan kebijakan, baik di bidang kesehatan maupun di bidang ekonomi kepada seluruh pimpinan K/L dan Kepala Daerah. Diingatkannya pula bahwa fokus APBN 2021 adalah penanganan kesehatan utamanya penanganan Covid-19. Fokus kedua adalah kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan perlindungan sosial, terutama bagi kelompok yang kurang mampu dan rentan. Fokus ketiga dijelaskan Presiden terkait program pemulihan ekonomi, terutama dukungan kepada UMKM dan dunia usaha. Reformasi struktural baik di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial dan lainnya menjadi fokus ke-empat.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here