Alasan Covid-19, Penyampaian Pandangan Fraksi-Fraksi DPRD NTB Terhadap 6 Buah Raperda Dilakukan dengan Cara Tidak Dibaca

204
Suasana rapat paripurna kedua DPRD Provinsi NTB Masa Persidangan III Tahun 2020 dalam rangka Pembahasan terhadap 6 buah Ranperda Usul Prakarsa DPRD Provinsi NTB.
Suasana Rapat Paripurna Kedua DPRD Provinsi NTB Masa Persidangan III Tahun 2020 dalam rangka Pembahasan terhadap 6 buah Raperda Usul Prakarsa DPRD Provinsi NTB.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Rapat Paripurna Kedua DPRD Provinsi NTB Masa Persidangan III Tahun 2020 dalam rangka Pembahasan terhadap 6 (enam) buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Usul Prakarsa DPRD Provinsi NTB memasuki tahapan pandangan Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi NTB.

Rapat Paripurna yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Provinsi NTB, Rabu (2/12) itu, sejatinya diperkirakan akan berjalan alot dan memakan waktu. Tapi, malah rapat paripurna kali ini berlangsung singkat. Sehingga, kondisi ini tentunya di luar dugaan banyak pihak.

Di mana, sedianya masing-masing Fraksi DPRD Provinsi NTB akan menyampaikan pandangannya terhadap 6 buah Raperda Usul Prakarsa DPRD NTB. Keenam buah Raperda Usul Prakarsa DPRD Provinsi NTB tersebut di antaranya; Pertama, Raperda tentang Pendidikan Pesantren dan Madrasah. Kedua, Raperda tentang Penggunaan Jalan untuk Kegiatan Kemasyarakatan. Ketiga, Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi NTB No.4 tahun 2006 tentang Usaha Budidaya dan Kemitraan Perkebunan Tembakau Virginia di NTB. Kemudian keempat, Raperda tentang Pengakuan, Penghargaan dan Perlindungan terhadap Kesatuan-Kesatuan Masyarakat Adat. Kelima, Raperda tentang Pencegahan Perkawinan Anak. Dan keenam, Raperda tentang Penyelenggaraan Desa Wisata.

Rapat paripurna yang dimulai sekitar pukul 14.30 Wita itu, dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, H Abdul Hadi, dan didampingi Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda. Sesaat setelah Wakil Ketua DPRD NTB, H Abdul Hadi membuka rapat paripurna, Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD NTB, H Makmun mengacungkan tangannya sebagai tanda melakukan interupsi. Kepada pimpinan rapat paripurna, Makmun mengusulkan agar penyampaian pandangan Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi NTB terhadap 6 buah Ranperda tidak perlu dibacakan, melainkan langsung diserahkan saja kepada pimpinan rapat paripurna. ‘’Kami usulkan agar penyampaian pandangan masing-masing fraksi diserahkan saja. Kondisinya tidak memungkinkan lantaran masih musim Pandemi Covid-19,’’ kata Makmun.

Terhadap usulan itu, pimpinan rapat paripurna pun meminta tanggapan Anggota DPRD NTB yang hadir dalam rapat paripurna tersebut. Rata-rata dari semua wakil rakyat yang hadir ini sepakat dengan usulan Ketua Bapemperda DPRD NTB, H Makmun tersebut.

Belakangan dari Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Provinsi NTB diketahui bahwa 9 Fraksi DPRD NTB yang ada, memberikan pandangan yang menarik. Rata-rata 9 Fraksi memberikan pandangan serupa. Fraksi PPP DPRD NTB misalnya. Untuk Raperda tentang Pendidikan Pesantren dan Madrasah, Fraksi PPP ini berpandangan bahwa Pendidikan Pesantren dan Madrasah perlu diberi kesempatan berkembang. Pendidikan Pesantren dan Madrasah juga dinilai perlu dibina. Akan halnya dengan Fraksi PKB. Fraksi ini memandang penting adanya regulasi yang mengatur tentang Pendidikan Pesantren dan Madrasah. Dengan demikian, kehadirannya sebagai Lembaga Pendidikan mendapat porsi perhatian yang memadai.

Sementara itu, Fraksi Partai Golkar dalam pandangannya menyorot terkait Raperda tentang Pencegahan Perkawinan Anak. Di NTB sendiri kasus perkawinan anak di bawah usia dinilai cukup tinggi. Kondisi ini mengancam kesehatan reproduksi, kesehatan dan masa depan anak. Karena itu, penting bagi wakil rakyat membuat regulasi yang mengatur tentang pernikahan dini. Regulasi ini tidak lain demi kebaikan anak dan menghindari potensi kekerasan dalam rumah tangga yang mungkin terjadi di masa depan. Apa yang dilontarkan ketiga fraksi ini rupanya memiliki penekanan yang sama dengan fraksi lainnya. Adapun beberapa fraksi yang dimaksud itu yakni, Fraksi PKS, Nasdem, Gerindra, PAN, Demokrat dan Bintang Nurani Perjuangan Rakyat.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here