Ampera Tolak Rencana Kedatangan MRS ke NTB

45
Inilah massa Ampera saat aksi damai di bundaran Simpang Lima Lingkar Selatan (SLLS) Kota Mataram, Rabu pagi (2/12).
Inilah massa Ampera saat aksi damai di bundaran Simpang Lima Lingkar Selatan (SLLS) Kota Mataram, Rabu pagi (2/12).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Rencana kedatangan Muhammad Riziq Shihab (MRS) ke Provinsi NTB, ditolak sekitar 60-an aktivis Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Masyarakat (Ampera) dengan demo di Simpang Lima Lingkar Selatan (SLLS) Kota Mataram, Rabu pagi (2/12), sekitar pukul 10.00 Wita.

Aksi usai hujan yang berlangsung sekitar satu jam dengan tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19 ini, mengelilingi tugu SLLS Kota Mataram, menarik perhatian para pengendara karena berada di tempat strategis.

Korlap aksi, Kusnadi Unying menyatakan beberapa poin penolakan MRS dan revolusi akhlak. Menurutnya, penolakan ini karena didasarkan selama ini masyarakat NTB hidup harmoni dan jangan sampai terpecah belah. ‘’Penyambutan MRS oleh para pendukungnya tidak menerapkan protokol kesehatan dan ini sangat bertentangan dengan usaha pemerintah dalam mencegah Covid-19,’’ katanya.

Para aktivis bergantian berorasi antara lain menyebutkan MRS mengusung konsep revolusi akhlak yang bertujuan menyebarkan kebencian di masyarakat dan memicu konflik di setiap kegiatan. ‘’Oleh sebab itu, kami menolak kedatangan MRS di bumi seribu masjid ini, karena kita sudah hidup rukun dan aman,’’ ujarnya.

Alasan lain dikemukakan menolak MRS bukan berarti benci habib dan ulama. ‘’Namun kami sangat menolak jika ada pihak yang berusaha menghancurkan persatuan, kami tetap sangat mencintai habib dan ulama yang menyejukkan,’’ jelasnya.

Tujuan aksi damai ini menurut Korlap adalah menolak segala bentuk provokasi. ‘’Kita sudah hidup damai antar umat beragama dan tidak perlu diadu domba dan dipecah belah,’’ ucapnya.

Apalagi NTB memiliki ulama-ulama yang kompatibel dan tentu sangat menyejukkan dan meningkatkan persatuan masyarakat NTB. Oleh sebab itu, menolak dengan keras rencana kedatangan MRS ke NTB. ‘’Kami pemuda NTB menghadang kapanpun MRS datang ke NTB karena merupakan ulama yang tidak jelas dan hanya bisa memprovokasi masyarakat,’’ katanya.

Aksi yang dikawal oleh aparat kepolisian dari Polresta Mataram ini terlihat santun dan lancar. Aktivis Ampera juga menyatakan di NTB telah hidup damai dan rukun sejak dahulu, sehingga buat apa lagi MRS datang ke NTB jika hanya memecah belah masyarakat. Masyarakat antar umat beragama di NTB telah damai dan tidak memerlukan MRS, karena MRS mengancam keutuhan NKRI. ‘’Demo ini juga merupakan perjuangan kita hari ini untuk 5-10 tahun kedepan yaitu menjaga keutuhan bangsa dan negara dari pihak-pihak yang ingin memecah belah kita, terutama menghina Pancasila. Kita berjuang agar anak cucu kita tetap bersatu sampai kapanpun,’’ ungkapnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here