Ekonomi Syariah Menjadi Salah Satu Alternatif Perekonomian di Masa Pandemi Covid-19

202
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah (tengah) foto bersama Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat, Lukmanul Hakim dan jajaran pengurus MUI NTB dan Forkopimda Provinsi NTB.
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah (tengah) foto bersama Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat, Lukmanul Hakim dan jajaran pengurus MUI NTB dan Forkopimda Provinsi NTB.

Oleh: ABDUL RASYID ZAENAL |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat, Lukmanul Hakim mengatakan bahwa ekonomi syariah menjadi salah satu alternatif perekonomian di masa Pandemi Covid-19. Karenanya, Lukmanul Hakim memuji konsep Bank NTB Syariah yang mulai menunjukkan eksistensinya di Provinsi NTB dan juga Indonesia.

‘’MUI ingin menjadi contoh bahwa pada situasi Pandemi Covid-19 ini, kita semua sepakat bahwa ini adalah musibah bangsa, bukan musibah seseorang atau musibah salah satu pihak. Tetapi kegiatan keulamaan tetap harus berjalan terus, membangun negeri ini juga harus berjalan,’’ kata Lukmanul Hakim saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Musda IX dan Rakerda MUI Provinsi NTB, di Hotel Lombok Astoria Mataram, Jumat (11/12/2020).

MUI juga disebutnya harus terus berkiprah. Untuk itu, MUI harus terus mengembangkan amanatnya, baik itu di pusat maupun di daerah. Lukmanul Hakim pun menyebut fungsi-fungsi MUI di antaranya, Himayatul Ummah (Pelindung Umat), Khidmatul Ummah (Berkhidmat pada Umat), Shodiqul Hukumah (Bermitra dengan Pemerintah), Takwiyatul Ummah (Penguat Umat) hingga Tauhidul Ummah (Pemersatu Umat).

Selanjutnya, Lukmanul Hakim mengajak MUI NTB untuk turut memperkenalkan ekonomi syariah sebagai alternatif sistem perekonomian dunia. ‘’Majelis Ulama harus berperan dalam memajukan ekonomi rakyat,’’ ujarnya sembari memotivasi MUI NTB agar selalu memberikan dakwah yang mendidik dan merangkul masyarakat. Jangan sampai sebaliknya, dakwah yang diberikan tidak boleh memantik perselisihan di tengah masyarakat.

Ketua MUI NTB, H Syaiful Muslim mengungkapkan rasa syukurnya bahwa kegiatan Musda IX dan Rakerda dapat diselenggarakan secara tatap muka meskipun dengan peserta yang terbatas. Hal ini disebutnya sebagai bentuk kesiapan MUI dalam adaptasi kebiasaan baru di masa Pandemi Covid-19. ‘’Alhamdulillah, MUI Provinsi NTB periode 2015-2020 telah menyelesaikan amanah Musda ke-VIII tahun 2015 selama lima tahun terakhir ini,’’ katanya.

Selama lima tahun terakhir, Syaiful Muslim mengutarakan begitu banyak ikhtiar yang telah dilakukan guna mengembangkan dan memajukan organisasi. Hal tersebut disebutnya tak lepas dari dukungan pemerintah, jajaran MUI NTB dan berbagai pihak-pihak terkait. ‘’Kami atas nama Dewan Pimpinan MUI Provinsi NTB periode 2015-2020 menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh Pengurus Dewan Pimpinan MUI Provinsi NTB, Kabupaten/Kota yang selama lima tahun terakhir telah memberikan dukungan dan partisipasinya, sehingga pelaksanaan amanah berjalan lancar,’’ ujarnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah yang membuka Musda IX dan Rakerda MUI Provinsi NTB mengajak setiap elemen masyarakat dan juga ormas-ormas untuk berani membuat kesimpulan sendiri dalam mengarungi roda kehidupan. Menurutnya, MUI memiliki kontribusi besar dalam menulis kesimpulan cerita umat Islam di Indonesia bahkan dunia. ‘’Kalau anda tidak punya keberanian menulis kesimpulannya sendiri, kesimpulan cerita hidup anda dan kelompok anda akan ditulis oleh kelompok atau orang lain,’’ katanya.

Begitu juga dengan MUI NTB, Gubernur meminta agar momentum Musda dan Rakerda di penghujung tahun ini, dapat menjadi media silaturahmi dan menyusun program-program apa saja yang harus dilakukan usai Pandemi Covid-19. Gubernur menyebut tantangan MUI ke depan tidaklah mudah. Oleh sebab itu, sinergi dan kekompakan harus terus ditingkatkan. ‘’MUI NTB punya kesempatan juga untuk menulis kesimpulan cerita bangsa kita dengan hal-hal yang menyenangkan, yang membuat kita punya kesempatan menerjang harapan yang lebih gemilang di masa yang akan datang,’’ ujarnya.

Lebih dari itu, Gubernur juga berharap MUI ke depannya akan semakin melibatkan lebih banyak ahli-ahli yang siap menghadapi masa depan. Bahkan, Gubernur berpesan agar para ulama terus berbagi pengalaman dengan cakupan yang lebih luas lagi. ‘’Ini kesempatan buat kita dalam dua hari ini, mari kita tinggalkan sejarah buat masa depan NTB dan Indonesia agar kita mampu menulis cerita dan kesimpulan hidup umat Islam NTB, masyarakat Indonesia bahkan masa depan dunia di tangan kita,’’ ungkapnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here