Pimpinan Ponpes Maraqitta’limat Mamben Serukan Lawan Paham Radikalisme

178
Pimpinan YPP Maraqitta'limat Desa Mamben, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lotim, TGH Hazmi Hamzar.
Pimpinan YPP Maraqitta’limat Desa Mamben, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lotim, TGH Hazmi Hamzar.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Maraqitt’limat Desa Mamben, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), TGH Hazmi Hamzar menyerukan ratusan santri dan jamaahnya untuk melawan paham radikalisme demi keutuhan umat, bangsa dan negara.

Seruan tersebut dilontarkan mantan politisi Partai Golkar itu melalui pengajian silaturrahmi yang digelarnya di komplek Pondok Pesantren Maraqitta’limat Desa Mamben, Sabtu (12/12). ‘’Melihat kondisi negara saat ini, sikap kita khususnya jamaah Maraqitta’limat harus jelas dan tegas terhadap paham radikalisme ini,’’ kata TGH Hazmi Hamzar.

Tuan Guru yang sempat hijrah haluan politik ke partai berlambang Ka’bah itu menegaskan, paham radikalisme di negara ini tidak boleh dibiarkan berkembang. Jika itu dibiarkan berkembang, maka bumi pertiwi terancam mengalami kehancuran. TGH Hazmi Hamzar menilai sikap su’uzzon terhadap aparat, pemerintah dan ulama, akhir-akhir ini kian menjadi-jadi. Bahkan katanya, hampir semua dianggap salah dan tidak beres. ‘’Sikap seperti inilah yang menjadi cikal bakal munculnya paham radikal karena menganggap orang lain tidak ada yang benar selain dirinya sendiri. Lagi pula kerab sekali bangsa ini dijadikan sebagai korban jasus (mencari kesalahan, Red) oleh pihak tertentu,’’ ujarnya.

Atas dasar pemikiran inilah, TGH Hazmi Hamzar mengajak semua pihak untuk membantu pemerintah dan aparat, menggunakan pikiran, bagaimana caranya bangsa dan agama ini lebih baik kedepan. ‘’Bagi saya, selama sifat jasus itu ada dalam diri bangsa, apa pun itu tidak ada yang selesai. Kalau semua dianggap tidak beres dan salah, lalu kapan menjadi orang baik,’’ ungkapnya.

Dijelaskan, pemerintah sekarang ini dalam keadaan sulit dan susah, pasti banyak kurang dalam penanganannya. Sehingga diperlukan saling bantu dan memberikan solusi. Sesungguhnya lanjut TGH Hazmi Hamzar, ukhuwah islamiyah yang menjadi terdepan dibentuk. Kalau itu yang dihidupkan semua, maka tidak mungkin akan saling benci, saling menjatuhkan, saling menghina, menzolimi dan bahkan mengecap kafir pada saudara yang lain. Selain itu, dalam agama petunjuknya sangat sederhana dan jelas, bahwa Tuhan memberikan hidup dalam persaudaraan imaniyah (saudara seiman). Agama memerintahkan tetap bersaudara, harus mendamaikan di antara saudara-saudara yang sedang berselisih sakali pun. ‘’Bila telah satu saudara, maka tidak satu pun orang boleh mengajak pada permusuhan, apalagi saling membenci satu sama lain sampai melakukan perbuatan saling mengolok dan merasa diri paling benar,’’ katanya.

TGH Hazmi Hamzar berpandangan, menghina apalagi mengkafirkan sesama saudara sangat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menghina orang lain belum tentu yang dihina lebih hina dari diri sendiri. ‘’Jangan sedikit-sedikit bilang kafir, ini cara-cara kafir, musyrik, ahli neraka. Jangan hanya perbedaan sedikit, itu yang dibengkakkan. Mari bekerja demi kemaslahatan diri sendiri, keluarga dan orang banyak,’’ ujarnya.

Karenanya, TGH Hazmi Hamzar menandaskan, Jamaah Maraqitta’limat boleh fanatik, tapi tak boleh membenci orang lain, apalagi dengan mencaci maki orang lain. ‘’Kalau kita maki-maki orang, maka orang itu akan balik menyerang, apalagi sesama muslim, mengkafir-kafirkan, itu tidak boleh. Inilah yang dimaksud radikalisme,’’ ungkapnya.

TGH Hazmi Hamzar berharap, apa yang disampaikan bisa menjadi bekal masyarakat. Disampaikan pula agar tetap bersabar di tengah kondisi negara dalam keadaan sulit terlebih menghadapi situasi masa Pandemi Covid-19 yang semakin menyulitkan dan membuat negara dalam posisi menghadapi krisis.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here